Minggu, 11 Oktober 2026

310 KK di Pulau Kabetan Krisis Listrik, Sulit Peroleh Solar Subsidi

310 KK di Pulau Kabetan Krisis Listrik, Sulit Peroleh Solar Subsidi
Pulau Kabetan yang masuk pulau terluar Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Foto: Dok

Tolitoli, Teraskabar.id – Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli, I Nyoman Muliada, S.E., prihatin terhadap kondisi masyarakat di Desa Kabetan, Kecamatan Ogodeide, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Desa yang dihuni 310 Kepala Keluarga (KK) di Pulau Kabetan krisis listrik akibat kesulitan mendapatkan BBM solar bersubsidi.

“Harusnya desa yang berada di pulau terluar seperti pulau Kabetan itu mendapat perhatian pemerintah utamanya pemenuhan penerangan listrik, apalagi energi listrik menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat,” tandas Anleg asal Nasdem itu, Sabtu (5/9/2026)

Hampir dua pekan lamanya, masyarakat yang jumlahnya 1.028 jiwa yang tinggal di pulau tersebut telah merasakan kesulitan mengakses penerangan listrik. Seyogyanya pihak terkait misalnya, para penyalur BBM solar di Tolitoli dapat memberikan perhatian khusus dengan memberikan akses kepada pemerintah desa untuk memudahkan mereka mendapatkan bahan bakar solar subsidi.

“BBM solar tersumbat ke pulau Kabetan itu perlu ada tindakan konkret dari Pemda Tolitoli agar masyarakat di pulau tersebut mendapat kepastian pada penerangan listrik,” tegas Anleg asal Dapil III itu.

Alokasi kuota BBM solar bersubsidi di desa untuk pulau terluar yang masuk pada wilayah Kecamatan Ogodeide di Kabupaten Tolitoli, menjadi penentu agar mesin generator dapat kembali beroperasi secara normal.

” Alokasi BBM solar di pulau itu sebaiknya menjadi perhatian khusus oleh pemerintah, demikian halnya pemilik SPBU di Tolitoli,” sebutnya.

310 KK di Pulau Kabetan Andalkan Genset Sebagai Pembangkit Listrik

Informasi diperoleh, pemadaman listrik secara total di pulau itu terjadi di tiga dusun. Penyebab utamanya adalah terhentinya suplai Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang biasa digunakan untuk menggerakkan mesin generator pembangkit listrik di wilayah kepulauan tersebut.

Ketiadaan pasokan BBM Subsidi itu melumpuhkan aktivitas warga di pulau yang berbatasan langsung dengan perairan laut Kalimantan Utara.

  Kajari Tolitoli Lantik Noviar Rizaly Jabat Kacabjari Laulalang

Genset milik warga maupun fasilitas pembangkit desa tidak lagi dapat difungsikan, sehingga tiga dusun di pulau Kabetan harus melewati malam tanpa penerangan yang memadai. Kondisi krisis energi itu tidak hanya mengganggu aktivitas harian rumah tangga, tetapi juga memberikan dampak signifikan pada sektor pendidikan.

Desa di Pulau Kabetan itu memiliki aset generasi penerus yang cukup besar, dengan berdirinya SMP Satu Atap, dua Sekolah Dasar (SD), serta dua lembaga PAUD yang menampung ratusan peserta didik. (red)