Palu, Teraskabar.id – Publik tentu masih ingat sepak terjang Ahmad Ali saat menjabat Bendahara Umum Nasdem, Wakil Ketua Umum dan anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem. Namun dalam politik, tidak ada yang abadi kecuali perubahan. Kini, garis tangan membawanya pada babak baru yang mengejutkan: menduduki posisi puncak sebagai Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Perubahan garis perjuangan politik dari Partai Nasdem ke PSI itu menimbulkan beragam pertanyaan dari publik, yang menyoroti alasan Ahmad Ali hengkang dari partai yang telah membesarkan namanya di panggung politik nasional.
“Saya tidak pernah meninggalkan Partai Nasdem, tapi Nasdem yang meninggalkan saya,” kata Ahmad Ali dalam orasinya pada Deklarasi Ahmad Ali Center (ACC) Sulteng, Jumat (17/7/2026).
Sebagai kader dan pengurus PSI, menjadi kewajiban bagi Ahmad Ali untuk berjuang membesarkan dan memenangkan partai besutan Kaesang Pangarep ini di seluruh Indonesia, sama seperti perjuangan yang telah ia tunjukkan bahkan lebih saat berkiprah di partai sebelumnya.
Berkiprah di PSI, Ahmad Ali Tegaskan Tak Tinggalkan Nasdem
Sebagai pengurus DPP PSI dan inisiator ‘reborn’ AAC Sulteng, Ahmad Ali menegaskan bahwa antara keduanya tidak ada hubungan dalam kerja kerja pemenangan politik. ACC Sulteng konsisten di jalur perjuangan kemanusiaan. “Saya hanya ingin berbuat dan selalu bermanfaat bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” tegasnya.
Ahmad Ali yang lebih banyak menghabiskan waktunya di Jakarta, membuat intensitas komunikasi dengan masyarakat Sulteng agak menurun. Hal itu bukan dalam artian mengurangi kebermanfaatan dirinya bagi masyarakat Sulteng.
“Komunikasi boleh terputus tapi kebermanfaatan harus selalu dirasakan oleh masyarakat Sulawesi Tengah,” tegasnya.
Pola yang ia lakukan adalah mengorganisir relawan dalam struktur wadah yang solid untuk mengimplementasikan kerja kerja kemanusiaan ini. Ahmad Ali mengakui, kedepan tak ada lagi status relawan karena mereka ACC akan bermetaforsis menjadi Yayasan. Sehingga, kerja mereka yang terhimpun dalam ACC Sulteng akan terorganisasir. (red)






