ART Pertanyakan Alasan Pidanakan Bank Sulteng, Kajati Sulteng: On The Track

Palu, Teraskabar.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr Abdul Rachman Thaha mengaku tak habis pikir dengan langkah pihak aparat penegak hukum mempidanakan pejabat PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tengah alias PT Bank Sulteng.

“Kasus kes BPD Sulteng, saya tidak tau permasalahan ini pak Kajati, masuknya di mana sehingga ada perbuatan pidananya,” kata Abdul Rachman Thaha alias ART saat rapat konsultasi antara Badan Akuntabilitas Publik (BAP) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Kamis (26/1/2023), di aula kantor Kejati Sulteng.

Abdul Rachman Thaha bersama rombongan BAP DPD RI melaksanakan kunjungan kerja ke Sulteng dengan mengunjungi BPK RI Perwakilan Sulteng dan Kejaksaan Tinggi Sulteng. Sembilan anggota DPD RI yang masuk dalam BAP DPD RI itu adalah Ketua BAP DPD RI Ajiep Padindang, Wakil Ketua III BAP Mirati Dewaningsih dari Dapil Maluku, Dr Abdul Rachman Thaha, SH,MH   dari Dapil Sulawesi Tengah, H. M Syukur SH, MH (Jambi) Drs .Ahmad Bastian SY (Lampung), Ir. H Cholid Mahmud MT (DIY),  Adilla Aziz, SE (Jawa Timur), Zaenal Arifin, A.Md. Kep (Kalimantan Timur), dan H Almalik Pababri (Sulawesi Barat). Mereka ke Kota Palu  untuk mengevaluasi tindaklanjut Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (HPS) I Tahun 2023 BPK RI yang berindikasi Kerugian Negara.

Baca jugaBank Sulteng Kejar Modal Inti Rp 3 Triliun, Masih Kekurangan Rp1,8 Triliun

Makanya, ART pertanyakan alasan pidanakan PT Bank Sulteng pada rapat konsultasi tersebut kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng, H. Agus Salim. Menurut ART, persoalan BPD Sulteng tersebut yang diketahuinya tak masuk dalam temuan BPK RI, namun proses hukumnya telah menetapkan tersangka yang kini tersangkanya sudah ditahan.

ART Pertanyakan Alasan Pidanakan Bank Sulteng, Kajati Sulteng: On The Track
ART Pertanyakan Alasan Pidanakan – Kantor Kejaksaan Tinggi Sulteng. Foto: Dok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *