BNNP Minta Pemprov Sulteng Fasilitasi Pembangunan Balai Rehabilitasi Narkotika

Palu, Teraskabar.id– Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah memfasiltasi pembangunan balai rehabiltasi ketergantungan penggunaan narkotika di daerah ini. Pembangunan balai rehabilitasi tersebut untuk mencegah peningkatan angka kasus penyalahgunaan narkotika di provinsi ini.

“Selama pecandu tidak direhabilitasi maka akan terus mencari korban,” kata Kepala BNN Provinsi Brigjen Polisi H. Monang Situmorang, S.H, M.H  saat press releas akhir tahun BNN Provinsi, Selasa (21/12/2021), di kantor BNNP Sulawesi Tengah.

Ia menjelaskan, sebenarnya para pecandu atau penyalahgunaan narkotika adalah korban dari para pengedar. Mereka itu pada prinsipnya ingin lepas dari jeratan penggunaan narkotika. Namun, lingkungan yang tak mendukung keinginan mereka untuk lepas dari jeratan penyalahgunaan narkotika sehingga kembali mengkonsumsi barang haram tersebut.

Pembangunan balai rehabilitasi tersebut lanjutnya, akan memudahkan pihak BNN Provinsi Sulawesi Tengah untuk mencegah sekaligus menekan peredaran dan penyalahggunaan narkotika di daerah ini. Sebab, pengguna narkotika yang akan direhabilitasi tidak lagi harus ke luar daerah. Selama ini katanya, para pengguna yang akan direhabiltasi dikirim ke Pusat Rehabilitasi Ketergantungan Narkotika di Baddoka, Makassar, Sulawesi Selatan dan Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

“Selama ini hanya di dua tempat itu tujuan rehabiltasi bagi pengguna narkotika yang ada di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Upaya pihak BNN Provinsi Sulawesi Tengah membangun balai rehabilitasi bagi para pengguna narkotika di daerah ini tambahnya, sudah dikordinasikan dengan Gubernur terpilih usai Pemilukada serentak 2020. Gubernur terpilih Rusdy Mastura saat itu merespon positif dan mendorong agar segera dibangun balai rehabilitasi di daerah ini.

Hal itu kemudian ditindaklanjuti BNN Provinsi Sulawesi Tengah dengan mengajukan usulan ke Bappeda Sulawesi Tengah sekaligus dikordinasikan dengan Kementerian Sosial untuk anggaran pembangunannya.

“Kita bangun balai rehabilitasi untuk menyelamatkan masyarakat Sulawesi Tengah,” tegasnya. (teraskabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *