Dikelola Koperasi, Pertashop Pertama di Parimo Diresmikan

PARIMO, Teraskabar.id – Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), Sofiana meresmikan Pertashop yang dikelola Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Gotong Royong Desa Tanalanto, Kecamatan Torue.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita serta pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) perdana ke tangki kendaraan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Parigi Moutong, Sofiana, Jumat (19/11/2021).
Menurut Sofiana, KSP Gotong Royong Desa Tanalanto merupakan KSP yang aktif dan telah bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam hal ini Pertamina di Sulawesi Tengah, dengan program operasional perdana pertashop pertamina dengan Kementerian Dalam Negeri untuk desa berprestasi.
“Kami dari Dinas Koperasi dan UMKM merasa bangga, bahwa di Kabupaten Parigi Moutong ini ada koperasi yang sudah mandiri sehingga bisa mencari peluang dengan apa yang mereka buat untuk bagaimana koperasi itu menjadi koperasi yang layak dan bisa memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat,” ujarnya.
Adanya pertashop di Desa Tanalanto kata dia, tentunya telah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah itu. Sebab, sebelumnya jarak tempuh masyarakat di desa Tanalanto dan sekitarnya cukup jauh untuk melakukan pengisian BBM ke Stasion Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tolai maupun Parigi.
“Dan tentunya ini salah satu pelayanan prima yang telah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Sofiana.
Sementara, Ketua KSP Gotong Royong Desa Tanalanto, Drs. Yulius Boko mengatakan, bahwa pertashop yang dikelolanya merupakan pertashop pertama di Kabupaten Parigi Moutong. “Ini bisa dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan juga Koperasi,” ujarnya.
Namun, setelah pihaknya melihat dan menganalisa bahwa Bumdes di desa itu belum memiliki lahan untuk pembangunan pertashop. Sehingga, dari KSP Gotong Royong yang lahannya telah tersedia mengambil alih pengelolaan untuk pertashop tersebut.
Dalam pengelolaan pertashop, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Pertama, jarak lokasi pertashop minimal 7 kilometer dari SPBU yang ada. Kemudian salah satu persyaratan juga adalah, posisi kegiatan di pertashop tidak berada di bawah tiang listrik.
“Kebutulan lokasi kami ini posisi tiang listrik berada di bagian kanan sisi jalan. Sehingga, setelah diamati pihak pertamina tempat itu sangat layak untuk dibangun pertashop,” ujarnya.
Rencananya kedepan kata dia, pertashop bisa menjadi SPBU. Karena pembangunan itu adalah merupakan pembangunan tahap pertama untuk pertashop. “Ini merupakan pembangunan tahap pertama, karena tidak sekaligus diberikan jadi pertamax dulu, setelah itu dekslite. Tetapi misalnya ada pengembangan baru bisa ke SPBU,” tuturnya.
Menurutnya, dana yang dikelola oleh pihaknya adalah merupakan dana yang ada di koperasi itu sendiri senilai Rp7 miliar.
“Jadi dana di koperasi sebanyak 7 miliar yang kami kelola bisa saya kategorikan sebagai simpanan dan tabungan anggota koperasi ini,” ungkapnya.
Ia berharap, kedepanya pertashop yang kami kelola ini dapat mempermudah dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena selama ini terlihat di sejumlah SPBU di wilayah ini, masyarakat sangat sulit untuk mendapatkan BBM.
“Jadi salah satu solusi yang dilakukan adalah, kami dari KSP Gotong Royong bekerjasama dengan Pertamina untuk membangun pertashop ini,” ujarnya. (din/teraskabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *