Edy Suhasmoro: Muscab PPP Tolitoli Terindikasi “Disetting’ Deadlock

TOLITOLI, Teraskabar.id – Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Tolitoli yang digelar, Jumat (19/11/ 2021) di Aula Hotel Mitra sempat ricuh, sehingga tidak menghasilkan keputusan alias deadlock.
Pengurus DPC PPP Demisioner Edy Suhasmoro dikonfirmasi media ini, Sabtu (20/11/2021), menilai pelaksanaan Muscab PPP Tolitoli sengaja “di-setting” deadlock. Sebab, ada beberapa indikasi kejanggalan yang seharusnya pelaksanaan Muscab PPP tidak berujung deadlock.
Pertama, ada keributan di dalam ruang sidang untuk meminta kepada pimpinan sidang mengeluarkan salah satu peserta. Setelah peserta yang dimaksud sudah dikeluarkan, pimpinan sidang dari DPW PPP Sulteng seharusnya dapat kembali melanjutkan pelaksanaan Muscab. Tetapi kenyataannya, setelah terjadi keributan di ruang sidang pimpinan sidang langsung keluar dan meninggalkan lokasi Muscab.
“Ini sengaja di- setting sehingga deadlock Muscab PPP, memang ada keributan tetapi salah satu peserta sudah dikeluarkan, seharusnya pimpinan sidang melanjutkan kembali rapatnya, namun faktanya mereka langsung keluar dan meninggalkan lokasi Muscab,” kata Edy Suhasmoro yang juga merupakan anggota DPRD Tolitoli dari PPP.
Alasan kedua kata Edy Suhasmoro, sebelum terjadi keributan semua perlengkapan barang- barang yang ada di dalam kamar hotel milik ketua DPW PPP Sulteng bersama rombongan sudah disimpan di dalam mobil, yang sudah stand by di depan Hotel Mitra, tempat pelaksanaan Muscab. Sehingga, pihaknya mengaitkannya bahwa semuanya sudah di-setting agar Muscab PPP Tolitoli deadlock.
“Begitu terjadi keributan semua barang- barang yang ada dalam kamar hotel tempat mereka menginap langsung bersih, karena sudah disimpan dalam tiga mobil yang stand by di depan hotel. Buktinya begitu ribut mereka langsung pergi dan tidak melanjutkan lagi pelaksanaan Muscab,” jelas Edy Suhasmoro.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPP Sulteng, Fairus Husen Maskati, menyatakan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) PPP Tolitoli diputuskan deadlock.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan laporan pimpinan sidang, bahwa terjadi kericuhan yang dipicu oleh keberadaan Asmaul Haji Tawil saat berada di arena Muscab yang memicu protes dari peserta Muscab atas keabsahan kehadirannya. Sebab, Asmaul dianggap telah di-nonaktifkan oleh DPP.
”Jadi PAC menganggap yang bersangkutan (Asmaul Haji Tawil) tidak punya hak untuk berada dalam ruangan Muscab,” kata Fairus dikutip dari siaran pers yang diterima media ini, Jumat (19/11/2021).
Sayangnya menurut Fairus, Asmaul Tawil melakukan protes karena yang bersangkutan menganggap dirinya berhak dan sah hadir di Muscab. Asmaul kata Fairus, beralasan memiliki bukti pemulihan hak sebagai kader partai, yaitu anggota PPP. Sembari memperlihatkan bukti- bukti lengkap terkait dikembalikan/dipulihkan haknya sebagai anggota PPP.
“Yang mana secara otomatis beliau sah menjadi pengurus DPC PPP dan punya hak untuk hadir sebagai peserta Muscab yang memiliki hak bicara, bukan hak suara,” kata Fairus.
Di sisi lain, Asmaul Haji Tawil juga menyampaikan kepada pimpinan sidang beberapa bukti- bukti terkait keabsahan PAC yang menurutnya, bahwa beberapa PAC yang hadir pada muscab kali ini adalah palsu alias tidak memiliki legalitas.
Dalam proses pembuktian itu terjadi kericuhan dan pimpinan sidang mencoba beberapa kali menenangkan peserta yang ribut. Pada saat suasana dianggap sudah sangat tidak kondusif maka pimpinan sidang menyatakan deadlock dan kepengurusan DPC PPP Kabupaten Tolitoli diambil alih oleh DPW sampai batas waktu yang tidak ditentukan. (Agus/din/teraskabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *