
Palu, Teraskabar.id– Hampir empat tahun pasca-bencana gempabumi, tsunami dan likuefaksi 28 September 2019, utang negara terhadap korban bencana Palu, Sigi, Donggala (Pasigala) masih mencapai 8.600 an unit hunian tetap (Huntap). Dan, baru terealisasi sebanyak 632 unit Huntap.
“Artinya, Pemerintah dan Pemerintah Daerah sebagai penanggungjawab penanggulangan bencana sesuai perintah konstitusi, yang terealisasi belum mencapai 15 persen. Sangat memprihatinkan sebenarnya,” kata Anggota DPRD Sulteng Yahdi Basma dihubungi, Ahad (14/5/2022).
Baca juga : Wagub Sulteng Meninjau Huntap Persiapan Kunker Wapres Ma’ruf Amin
Sebagaimana diketahui, Huntap yang siap dikerjakan dan menjadi komitmen pemerintah untuk memenuhi hak hunian layak bagi korban bencana 28 September 2018 di wilayah Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng), sebanyak 11.788 unit. Namun, yang baru terealisasi hanya sekitar 632 unit hasil kerja PUPR (Pemerintah) dan lebih 2.500an yang dikerjakan pihak swasta.
Pernyataan serupa pernah disampaikan oleh mantan ketua Pansus Rehab Rekon ini pada Podcast Tribunnews, beberapa pekan lalu.
Yahdi menegaskan, jadi Huntap yang berjumlah ribuan dan tersebar di wilayah Pasigala tersebut, pada umumnya dibangun oleh pihak swasta.
Baca juga : Masjid Megah akan Dibangun di Huntap I Tondo Palu