Selasa, 20 Januari 2026
Ekbis, Home  

Hilirisasi Kelapa Morowali, Diharap Memicu Percepatan BERANI Makmur dan Sejahtera

Hilirisasi Kelapa Morowali, Diharap Memicu Percepatan BERANI Makmur dan Sejahtera
Dr. Hasanuddin Atjo. Foto: Dok

Oleh Hasanuddin Atjo

INVESTOR asal China kembali menanamkan modalnya di Kabupaten Morowali, mengembangkan hiliirisasi kelapa terintegrasi. Ini kesempatan emas, yang mesti dimanfaatkan.

Menurut Rosan Roeslani , BPI (Badan Pengelola Investasi) Danantara bermitra dengan Zhejiang FreeNow Food Co. Ltd, produsen turunan kelapa terbesar China, kembangkan proyek hilirisasi ini.

Perusahaan China tersebut sebelumnya telah membuat MoU dengan Pemda Bangkep. Entah kenapa, kemudian bisa bergeser ke Morowali. Dan ditengarai terbentur pada persoalan teknis-non teknis yang prinsipil.

Investasi mencapai $US100 juta atau 1,6 triliun rupiah. Kapasitas mengolah kelapa sebanyak 500 juta butir dan bisa menyerap tenaga kerja hingga 10 ribu jiwa per tahun. Efek domino yang dihasilkan diperkirakan sangat positif.

Direncanakan pertengahan tahun 2026, proyek hilirisasi ini akan mulai beroperasi. Bahan baku akan diserap dari kawasan Teluk Tolo, sebagian Tomini dan Maluku dengan harga dasar pembelian bisa terjaga.

BERANI Makmur dan Sejahtera merupakan dua dari sembilan program strategis Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid serta Wakilnya, Reny Lamadjido. Pada saat ini sedang mencari pola/model pengembangan.

BERANI Makmur diharapkan memicu produktifitas, nilai tambah komoditi pertanian termasuk kelapa. Sementara BERANI Sejahtera lebih pada kemandirian ekonomi desa dan pemberdayaan UMKM.

Koperasi Desa Merah Putih, salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Keberadaan koperasi itu bisa diinintegrasikan dengan program BERANI Makmur dan BERANI Sejahtera.

Model kelembagaanya bahwa koptan Kelapa bisa tergabung dalam Kopdes Merah Putih. Dan selanjutnya Kopdes bisa berafiliasi dengan BUMD atau induk Koperasi/swasta.

Mereka dapat mainkan peran sebagai integrator dengan perusahaan hilirisasi. Bisa mengikat diri dalam satu PKS (Perjanjian Kerjasama) saling menguntungkan dan berdaya saing.

  DPRD Morowali Gelar RDP Bahas Kasus Persetubuhan Gadis Disabilitas, Pemkab Tak Hadir

Harus disepakati seperti apa bentuk produk yang diterima pada perusahaan hilir,. Apa standarnya dan bagaimana mekanisme pembinaan dan pengawasan produk. Dan ini mesti dibicarakan tahap awal

Agar hilirisasi kelapa ini bisa dinikmati petani kelapa pada 13 kabupaten dan kota, maka lokusnya minimal pada dua kawasan yaitu kawasan Teluk Tolo (Morowali) dan kawasan Selat Makassar-Laut Sulawesi (Tolitoli atau Buol).

Percepatan capaian program sembilan BERANI, menuntut adanya Investasi (luar negeri maupun dalam negeri) pada sektor hulu dan hilir secara terintegrasi. Agar terbangun industri kelapa yang kuat.

Investor luar negeri lebih tertarik berinvestasi pada sektor hilir. Karena itu pada sektor hulu diharapkan peran Investasi dalam negeri, baik swasta maupun pemerintah.

Sektor hulu yang menjadi fokus antara lain penyediaan benih yang bermutu untuk peremajaan, penyediaan pupuk sesuai, tranformasi inovasi dan sistem logistik serta pascapanen.

Pemerintah daerah melalui OPD diharapkan membuat model hilirisasi kelapa yang berbasis integrasi antara Kopdes merah putih kelapa dengan perusahaan hilirisasi melalui integrator BUMD atau Induk Koperasi ataupun swasta.

Terakhir, bahwa hilirisasi kelapa dengan pendekatan integrasi merupakan contoh yang baik. Diharapkan dapat menjadi model/pola bagi pengembangan komoditi lainnya. (***)