Selasa, 14 April 2026
Home, News  

Kampung Baru Jadi Pilot Project Penataan Kawasan Permukiman Berbasis Komunitas

Kampung Baru Jadi Pilot Project Penataan Kawasan Permukiman Berbasis Komunitas

Palu, Teraskabar.id – Kawasan Kampung Baru akan dijadikan program percontohan atau pilot project penataan serta pembangunan Kawasan Permukiman Berbasis Komunitas  pada tahun 2026. Program ini sebagai langkah awal implementasi kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dengan ARKOM Indonesia dalam mendukung program penataan serta pembangunan kawasan permukiman berbasis komunitas, khususnya sebagai bagian dari proses rekonstruksi pascabencana di Kota Palu.

Dalam program tersebut, masyarakat akan dihimpun dan diorganisir dalam kelompok-kelompok komunitas yang nantinya berperan aktif dalam proses perencanaan penataan kawasan permukiman yang lebih tertata, aman, dan layak huni.

“Ketika masyarakat sudah siap dan terorganisir dengan baik, mereka akan bersama-sama menyusun perencanaan penataan kawasan yang baru. Dengan demikian, berbagai program pembangunan dapat masuk secara lebih terarah dan tepat sasaran,” kata Ketua ARKOM Indonesia, Yuli Kusworo, usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Pemkot Palu yang diwakili Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin dengan Yuli Kusworo dari ARKOM Indonesia, Jumat (6/3/2026), di ruang kerja Wakil Wali Kota Palu.

Penandatanganan MoU tersebut berlangsung saat audiensi ARKOM Indonesia ke Pemkot Palu, membahas upaya memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kota Palu dan ARKOM Indonesia dalam mendukung program penataan serta pembangunan kawasan permukiman berbasis komunitas, khususnya sebagai bagian dari proses rekonstruksi pascabencana di Kota Palu.

Ketua ARKOM Indonesia, Yuli Kusworo, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan dari sejumlah program yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kota Palu, salah satunya program rekonstruksi pascabencana yang melibatkan partisipasi langsung masyarakat.

Menurut Yuli, pendekatan pembangunan berbasis komunitas yang diterapkan dalam program tersebut mendapatkan banyak apresiasi karena masyarakat dilibatkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan lingkungan tempat tinggal mereka.

  Jihan-Irawan Sabet Juara I Turnamen Domino CPI Satu Talise Valangguni Palu

“Program rekonstruksi pascabencana berbasis komunitas yang kami jalankan di kawasan Mamboro Perikanan melalui relokasi mandiri kolektif mendapat banyak apresiasi. Namun demikian, di Kota Palu masih terdapat sejumlah persoalan permukiman yang perlu menjadi perhatian bersama, termasuk masyarakat yang hingga kini masih menempati hunian sementara,” jelas Yuli.

Ia menuturkan, kondisi tersebut mendorong ARKOM Indonesia untuk terus mengambil peran dan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Palu dalam menghadirkan solusi pembangunan permukiman yang lebih layak dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Yuli juga menegaskan bahwa penandatanganan MoU bersama Pemerintah Kota Palu ini merupakan payung kerja sama yang menjadi dasar bagi pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah daerah, khususnya dalam penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, kerja sama tersebut nantinya akan dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait, seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Tata Ruang, serta perangkat daerah lainnya.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan upaya penataan kawasan permukiman dan peningkatan kualitas hunian masyarakat di Kota Palu dapat berjalan lebih optimal dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai bagian penting dalam pembangunan kota. (red/teraskabar)