Kapolres Parimo Peroleh Guma, Senjata Tradisional Suku Kaili dari Galara Parigi

Parimo, Teraskabar.id – Lembaga adat Kagaua Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), memberikan Guma atau senjata tradisional ke Kapolres setempat, AKBP Jovan Reagan Sumual.

Senjata tradisional khas suku Kaili ini diberikan langsung oleh Galara Parigi, Novel Bandha kepada Kapolres Parigi Moutong pada acara peletakan batu pertama pembangunan rumah ibadah di Mapolres Parigi Moutong, Jumat (7/6/2024).

Baca jugaKapolres Parimo Bersama Kajari Tinjau Gudang Logistik KPU, Pastikan Kesiapan Pemilu 2024

Menurut Galara Parigi, Novel Bandha, penyerahan Guma tersebut bisa saja diberikan secara pribadi kepada Kapolres. Namun, bertepatan ada kegiatan di Mapolres, sehingga penyerahannya bisa disaksikan oleh para tamu undangan.

Penyerahan Guma atau senjata tradisional tersebut kata dia, sebagai kenang-kenangan dari pihaknya buat Kapolres Parigi Moutong.

“Meskipun sudah pindah tugas ke tempat lain, namun tetap mengenang bahwa beliau punya hubungan baik dengan lembaga adat yang ada di daerah ini, jadi itu tujuanya,” kata Novel Bandha di Parigi, Sabtu (8/6/2024).

Sekaitan dengan penyerahan senjata tradisional khas Kaili ini, sebelumnya kata Novel, pihaknya sudah membangun komunikasi terlebih dahulu dengan Kapolres selaku orang yang akan menerima pemberian tersebut.

“Karena tidak mungkin kami langsung menawarkan tanpa sepengetahuan beliau. Yang jelas ada komunikasi sebelumnya,” ungkapnya.

Baca jugaKomponen Suku Cadang, Suzuki Berikan Potongan Harga Selama GJAW 2023

Hal ini tentunya menjadi suatu kebanggaan bagi lembaga adat Kagaua Patanggota Parigi. Karena pemberian mereka diterima oleh Kapolres Parigi Moutong.

Pemberian pusaka berupa senjata tradisional seperti ini, kedepannya bisa diberikan kepada unsur pimpinan Prokopimda lain. Misalnya, ketua Pengadilan Negeri Parigi Moutong.

“Dan itu kita upayakan dengan membangun komunikasi terlebih dahulu,” ucapnya.

Ia mengaku, penyerahan senjata tradisional seperti ini merupakan kali pertama dilakukan pihaknya.

“Saya berharap, penyerahan Guma sebagai kenang kenangan. Jadi dimana pun bertugas beliau tetap ingat kita di sini,” ujarnya.

Diketahui, Guma adalah jenis senjata tradisional khas suku kaili yang digunakan para Tadulako atau pemimpin perang sebagai senjata maupun alat pertahanan saat berperang pada zaman dahulu.

Guma sebagian besar dimiliki warga suku Kaili, suku asli yang mendiami wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sigi, Kabupaten Donggala, dan wilayah Kota Palu. (asw/teraskabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *