Morowali, Teraskabar.id – Peristiwa pengeroyokan yang merenggut nyawa seorang pemuda berinisial MR (19) di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) pada Kamis (7/8/2025) terus menuai reaksi.
Agus Rahmat Jaya, SH,.CPM., dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Morowali menyampaikan sikap usai menghadiri rapat koordinasi bersama Kapolres Morowali, AKBP Zulkarnain, yang turut dihadiri unsur Forkopimda, OPD, kepala desa, serta perwakilan kerukunan keluarga dari berbagai daerah. Pertemuan itu digelar di Kantor PT IMIP, Bahodopi, Sabtu (9/8/2025), untuk membahas langkah pengamanan pascaperistiwa tragis tersebut.
“Pertama, KKSS Morowali menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Peristiwa ini adalah duka kita semua, duka bersama,” ujar Agus Rahmat Jaya.
Lebih lanjut, Agus menyatakan keprihatinan atas lemahnya pengawasan keluar masuk orang di kawasan industri IMIP. Menurut Agus, hal ini menjadi celah yang berpotensi memicu insiden serupa. “Kami melihat ada pembiaran yang tidak semestinya terjadi. Pengawasan harus diperketat demi keselamatan semua pihak yang beraktivitas di dalam lingkungan IMIP,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, Agus menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bahodopi. Bersama kerukunan-kerukunan lainnya, mereka siap bahu-membahu merawat perdamaian agar kasus ini tetap fokus pada penegakan hukum, dan tidak melebar menjadi konflik antarwarga atau antarkerukunan.
“Kami tidak ingin kasus ini bergeser menjadi persoalan lain, gesekan antar kelompok. Semua pihak harus sepakat untuk menahan diri dan aparat kepolisian harus menuntaskan persoalan ini,” imbuh Agus.
Tak hanya itu, Agus juga menyatakan bahwa KKSS Morowali siap memberikan bantuan hukum gratis kepada keluarga korban. Langkah ini diambil untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal sesuai peraturan perundang-undangan.
“Kami ingin kasus ini dikawal dengan baik, objektif, dan tuntas. Tidak boleh ada yang ditutupi. Jika keluarga korban membutuhkan, KKSS Morowali siap memberikan bantuan hukum gratis,” pungkasnya.
Pernyataan tegas Agus Rahmat Jaya ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat sipil siap berperan aktif menjaga kondusifitas daerah, sekaligus mendorong penegakan hukum yang adil bagi semua pihak.(Ghaff/Teraskabar)






