Jumat, 9 Oktober 2026
Home  

Kunjungi Kominfo Santik Sulteng, Legislator Ungkap 24 Desa di Banggai Blank Spot

Kunjungi Kominfo Santik Sulteng, Legislator Ungkap 24 Desa di Banggai Blank Spot
Kadis Kominfo Santik Provinsi Sulteng Sudaryano Lamangkona menjelaskan program Desa Digital kepada rombongan anggota DPRD Kabupaten Banggai, Senin (20/5/2024), di ruang rapat Kominfo Santik Sulteng. Foto: Diskominfo Santik

Palu, Teraskabar.id – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Banggai, Batia Sisilia Hajar mengungkapkan berdasarkan data masih terdapat 24 desa di wilayah di kabupaten Banggai dan tersebar pada beberapa kecamatan yang masuk wilayah belum tersentuh jaringan internet atau blank spot.

Sehingga, kunjungan kerja anggota DPRD Kabupaten Banggai yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Banggai, Batia Sisilia Hajar didampingi Ketua Komisi II Sukri Djalumang ke Diskominfo Santik Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) kali ini, untuk konsultasi terkait masih banyak wilayah desa yang berstatus blank spot di wilayah Kabupaten Banggai.

“Semoga kami bisa selalu berkordinasi dan berkonsultasi dan diharapkan dapat membawa manfaat bagi kabupaten Banggai,” kata Batia kepada Kadis Kominfosantik Sudaryano R Lamangkona, Senin (20/5/2024), di ruang rapat Dinas Kominfo Santik Provinsi Sulteng.

Baca juga: Sulteng Target di 2022 Tak Ada Lagi Blank Spot Jaringan Telekomunikasi

Batia juga menjelaskan bahwa pemerintah Kabupaten Banggai sangat tertarik dengan program Smart Village atau desa digital sebagai salah satu upaya memperkecil kesenjangan digital, terutama di wilayah pedesaan.

“Setelah mendengarkan penjelasan atas keberhasilan pelatihan Smart Village di Desa Toro, semoga dapat menjadi percontohan untuk direplikasi di Kabupaten Banggai,” ujar Batia, dengan semangat.

Terakhir, Ia mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Kominfo Santik Provinsi Sulteng Sudaryano beserta jajarannya, yang telah memberikan masukan terkait program tersebut dan berharap kiranya ada desa di Kabupaten Banggai yang dapat dijadikan percontohan sebagai Smart Village.

Baca juga: Rakor Diskominfo di Poso, KIM Sinergi Program Smart Village Pemprov Sulteng

Di awal pertemuan Kadis Kominfo Santik Provinsi Sulteng, Sudaryano menjelaskan, sebagaimana harapan Gubernur H. Rusdy Mastura, bahwa pembangunan Smart Village atau Desa Digital penting untuk dilaksanakan guna membuka akses terhadap informasi dan komunikasi di era digital saat ini.

  Hakim Tolak Permohonan Penundaan Sidang Praperadilan Polda Sulteng, Sidang Dilanjutkan 21 Mei

Gubernur berharap Smart Village dapat menjadi media pembelajaran bagi masyarakat dalam menghadapi transformasi digital Indonesia 2045.

Sudaryano juga menambahkan, ke depan perlu disusun desain besar digital Sulawesi Tengah sebagai pedoman dalam pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi, baik dalam ketersediaan infrastruktur, proses bisnis, pelayanan, peralatan, sumber daya aparatur dan pemberdayaan.

Baca juga: Kadis Kominfo Santik Terima Audiensi KI Sulteng

“Gubernur Sulawesi Tengah, telah menetapkan arah kebijakan pembangunan  Smart Village atau Desa Digital dengan sasaran 100 Desa pada tahun 2024 ini di Sulawesi Tengah. Semoga bisa terlaksana,” ujar Kak Ano sapaan akrab Kadis Kominfosantik.

Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika (Aptika) Diskominfo Santik Wahyu Agus Pratama, anggota dan staf DPRD Kabupaten Banggai. (teraskabar)