LP2M UIN Datokarama Bersiap Laksanakan KKN di Thailand Selatan

Palu, Teraskabar.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu bersiap melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional atau KKN di luar negeri.

“KKN Internasional ini akan dilaksanakan pada Agustus 2024,” kata Ketua LP2M UIN Datokarama, Dr. Sahran Raden, Rabu (3/7/2024), di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Baca jugaLP2M UIN Datokarama Palu Turunkan Mahasiswa KKN di 55 Desa

Kata Sahran Raden, KKN Internasional akan diselenggarakan di Thailand Selatan pada bulan Agustus 2024. Mahasiswa UIN Datokarama Palu akan melaksanakan program KKN di Thailand Selatan selama 40 hari.

“Iya, selama 40 hari mereka di Thailand Selatan sudah termasuk dengan pelaksanaan PPL,” ujarnya.

Sahran menerangkan, peserta KKN Internasional berasal dari dua fakultas lingkup UIN Datokarama. Oleh karena itu, mahasiswa dua fakultas meliputi Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Fakultas Tabiyah Ilmu Keguruan (FTIK) harus mendaftar terlebih dahulu kepada panitia pelaksana KKN Internasional yang ada di dua fakultas itu.

Baca juga: 276 Peserta KKN Tematik UIN Datokarama Palu Ikuti Penguatan Kapasitas dari LP2M

“Pengumuman pembukaan pendaftaran KKN Internasional akan diumumkan pada tanggal 10 Juli, dan pendaftaran dimulai tanggal 11 Juli 2024 di masing – masing dua fakultas tersebut,” ungkapnya.

Sahran mengemukakan bahwa muatan dalam pelaksanaan KKN Internasional ini mencakup dua aspek atau dua kluster, yaitu kluster moderasi beragama dan kluster kewirausahaan.

Baca jugaMahasiswa UIN Datokarama Palu Bisa KKN di Gorontalo

Kegiatan KKN Internasional ini ditanggung oleh DIPA UIN Datokarama Palu, dan mahasiswa KKN dan PPL menangung livingcost selama di lokasi,” sebutnya.
Pelaksnaan KKN INternasional, sebut Sahran Raden, merupakan upaya untuk meningkatkan pelaksanaan mutu mahasiswa UIN Datokarama Palu. Hal ini juga untuk meningkatkan akreditasi program studi dan akreditasi UIN Datokarama Palu mencapai unggul.

“KKN Internasional ini juga sebagai upaya menyebarkan Islam Inklusif dan Rahmatan Lil Alamin di Dunia Internasional,” ungkapnya. (red/teraskabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *