Sigi, Teraskabar.id – Sesosok mayat perempuan ditemukan oleh seorang warga di aliran sungai Desa Pakuli, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (4/7/2023) sekitar pukul 07.30 Wita.
Kapolres Sigi, AKBP Reja A. Simanjuntak, melalui Kasi Humas AKP Ferry saat dikonfirmasi membenarkan penemuan mayat di Sungai Pakuli.
“Iya, benar. Ditemukan mayat di Sungai Pakuli pada hari Senin pagi (4/7/2023),” ujarnya, Selasa (4/7/2023).
Baca juga: Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Terapung di Perairan Tanjung Batu Donggala
Ia mengatakan bahwa di pakaian korban ditemukan kartu tanda penduduk (KTP) yang mencantumkan inisial NA (47), seorang warga Desa Kapiore, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang pada hari Kamis (22/6/2023) sekitar pukul 15.00 Wita di Sungai Kura-kura, Desa Kapiore, Kecamatan Palolo, dan pertama kali ditemukan oleh dua warga bernama Noval dan Virgan di Sungai Pakuli.
Baca juga: Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Tersangkut di Batu Karang Pantai Toribulu Parimo
Menurut keterangan kedua saksi, mereka menemukan mayat tersebut saat sedang mencari ikan di sungai dengan cara menyetrum. Ketika mereka melewati lokasi kejadian (TKP), salah satu dari mereka melihat benda yang diduga merupakan mayat yang terjebak di atas batu di tengah sungai.
“Setelah saya melihat dengan lebih jelas, ternyata benar bahwa itu adalah mayat yang terjebak di atas batu,” ujar Ferry menirukan keterangan saksi.
Baca juga: Pamit Berangkat Kerja, Perempuan Warga Pakuli Sigi Ini Ditemukan Hangus Terbakar
Setelah keduanya memastikan bahwa benda yang terjebak di atas batu tersebut adalah mayat, mereka segera pergi ke perkampungan untuk memberitahukan kepada warga sekitar dan menghubungi Bhabinkamtibmas setempat.
Tak lama kemudian, Bhabinkamtibmas beserta warga mulai berdatangan ke TKP untuk melihat mayat perempuan tersebut.
Baca juga: Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Warga di Sekitar Jembatan IV Palu
Warga bersama Bhabinkamtibmas akhirnya berhasil mengevakuasi korban dan segera menghubungi keluarga korban.
Pihak keluarga korban meminta agar jenazahnya dibawa pulang ke rumah duka di Desa Kapiore, Kecamatan Palolo, untuk dilakukan pemakaman. (teraskabar)






