Pemerkosa 13 Santriwati di Garut, Deddy Corbuzier: Hukuman Mati Sangat Pantas bagi Pelaku

Palu, Teraskabar.id– Deddy Corbuzier sangat geram terhadap oknum pimpinan salah satu Pondok Pesantren di Garut inisial HW (36), yang diduga telah memperkosa belasan santriwatinya. Bahkan, ada di antara santriwatinya sudah melahirkan hasil perbuatan pelaku.

Sehingga Deddy menyarankan, aparat penegak hukum sebaiknya memberikan hukuman seberat-beratnya bagi pelaku.  “Kalau ada orang yang ngakunya guru agama terus ada di pesantren sampai memperkosa santriwati-santriwati yang ada di sana hingga hamil punya anak, hukuman mati sangat pantas bagi anda (pelaku),” kata Deddy Corbuzier dalam video di akun instagramnya.

“Begitu aja ribet banget,” tambahnya.

Menurutnya, Indonesia  tidak punya tempat bagi orang-orang seperti itu. Bahkan, dunia pun tak ada tempat bagi pelaku yang tega memperkosa belasan anak di bawah umur tersebut.

Deddy menambahkan, perbuatan yang dilakukan oknum pimpinan pondok pesantren tersebut karena hasrat pelaku yang tak bisa dikontrol.

“Ini udah pake hijab loh. Pakaian tertutup, semuanya sudah tertutup. Masalah pakaian wanitanya tidak masalah, tapi memang hasrat anda yang tak bisa dikontrol,” kata Deddy.

Sebelumnya diberitakan pimpinan Pesantren Manarul Huda Antapani, Garut, inisial HW diduga melakukan tindakan pemerkosaan terhadap sejumlah santriwatinya. Semua korban pemerkosaan HW merupakan santriwati yang masih di bawah umur, rata-rata 13 sampai 17 tahun. Mereka mayoritas berasal dari Garut. (din/teraskabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *