Jumat, 9 Oktober 2026

Pemkab Morowali Mulai Tera SPBU, Alat Ukur Dagang Diawasi

Pemkab Morowali mulai Tera SPBU, Selasa (8/9/2026). Foto: IKP Morowali.
Pemkab Morowali mulai Tera SPBU, Selasa (8/9/2026). Foto: IKP Morowali.

Morowali, Teraskabar.id – Pemkab Morowali mulai Tera SPBU melalui pelayanan perdana tera dan tera ulang Unit Metrologi Legal.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Morowali menggelar layanan tersebut di SPBU Bahomohoni, Selasa (8/9/2026).

Langkah ini memperkuat pengawasan pemerintah terhadap alat ukur dalam transaksi perdagangan. Pemerintah ingin memastikan alat ukur memberikan hasil yang sesuai standar.

Dengan begitu, masyarakat mendapat kepastian saat membeli barang berdasarkan ukuran, volume, atau berat.

Pemkab Morowali Mulai Tera SPBU, Pastikan Alat Ukur Sesuai Standar

Kepala Disperindag Morowali Amir Aminudin menjelaskan tujuan utama layanan tersebut. Menurut Amir, tera dan tera ulang melindungi konsumen dari penggunaan alat ukur yang tidak sesuai standar.

Tenaga metrologi bersertifikat akan memeriksa berbagai alat ukur milik pelaku usaha. Pemeriksaan tidak hanya menyasar dispenser bahan bakar minyak di SPBU.

Petugas juga memeriksa timbangan serta alat ukur lain dalam kegiatan perdagangan.

“Tujuannya memastikan alat ukur yang digunakan benar dan tidak merugikan konsumen,” ujarnya.

Karena itu, Pemkab Morowali mulai Tera SPBU sebagai bagian dari penguatan pengawasan perdagangan.

Layanan tersebut juga memberi ruang bagi pemerintah untuk memastikan pelaku usaha memenuhi ketentuan metrologi legal.

Tera Berkaitan Langsung dengan Kepercayaan Konsumen

Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Morowali Emil Pontoh menegaskan kewajiban pelaku usaha.

Menurut Emil, setiap pelaku usaha wajib melakukan tera dan tera ulang alat ukur. Kewajiban tersebut berlaku ketika pelaku usaha menggunakan alat ukur dalam transaksi dengan konsumen.

Emil berharap masyarakat dan pelaku usaha memahami fungsi tera secara proporsional. Pemerintah, kata dia, tidak menempatkan tera sebagai instrumen untuk mencari kesalahan pelaku usaha.

“Tera bukan untuk menghakimi, tetapi memastikan alat ukur yang digunakan benar sehingga konsumen mendapatkan kepastian,” katanya.

  Vaksinasi di Morowali Capai 108 Persen, Kelompok Lansia dan Anak Sekolah Sangat Rendah

Dengan pendekatan tersebut, Pemkab Morowali mulai Tera SPBU sekaligus mendorong hubungan usaha yang lebih transparan.

Kepastian ukuran menjadi salah satu dasar penting dalam membangun kepercayaan antara konsumen dan pelaku usaha.

Layanan Metrologi Memudahkan Pengawasan Berkala

Pengawas SPBU Bahomohoni Farden Viktor Dumola menyambut baik layanan Unit Metrologi Legal.

Menurut Farden, layanan tersebut memudahkan pengawasan alat ukur secara berkala. Kehadiran tenaga metrologi juga membuat pemeriksaan berlangsung lebih terarah.

Selain itu, layanan langsung di daerah dapat membantu pelaku usaha memenuhi kewajiban metrologi.

Kondisi tersebut penting karena transaksi berbasis ukuran terjadi setiap hari. Masyarakat menggunakan ukuran volume, berat, panjang, atau satuan tertentu dalam berbagai transaksi.

Kesalahan alat ukur dapat memengaruhi nilai transaksi dan merugikan salah satu pihak. Karena itu, pengawasan tidak hanya menyangkut kepatuhan administratif.

Pengawasan juga menyentuh kepentingan konsumen yang membutuhkan kepastian ketika membayar suatu produk.

Pemkab Morowali Mulai Tera: Pengawasan Tidak Berhenti di SPBU

Pemkab Morowali menargetkan pengawasan alat ukur perdagangan semakin optimal. Unit Metrologi Legal memiliki ruang kerja yang lebih luas daripada pemeriksaan dispenser BBM.

Timbangan pedagang menjadi salah satu alat yang juga membutuhkan pemeriksaan berkala. Begitu pula alat ukur lain yang menentukan jumlah barang dalam transaksi.

Melalui layanan tersebut, pemerintah dapat memperkuat standar perdagangan di tingkat daerah.

Pada sisi lain, pelaku usaha memperoleh kepastian mengenai kondisi alat ukur yang mereka gunakan. Masyarakat pun memiliki dasar lebih kuat untuk mempercayai hasil pengukuran dalam transaksi.

Dengan demikian, Pemkab Morowali mulai Tera SPBU membawa pesan lebih luas tentang pentingnya perlindungan konsumen.

Program ini sekaligus menunjukkan peran pemerintah dalam menjaga transaksi perdagangan yang adil.

  Pemkab Morowali Hibahkan Lahan untuk Pembangunan Kantor Unit Siaga SAR

Hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Ekonomi dan SDA Setdakab Morowali Anwar Saimu. Selain itu, hadir Sekretaris Disperindag Morowali Mohamad Asfar.

Kepala Bidang Kemetrologian dan Perlindungan Konsumen Disperindag Morowali Sadeli Karim turut hadir.

Pemerintah berharap layanan Unit Metrologi Legal dapat berjalan secara konsisten. Keberlanjutan layanan menjadi penting agar pemeriksaan alat ukur tidak hanya berlangsung pada momentum tertentu.

Dengan pengawasan rutin, pemerintah dapat menjaga kepastian ukuran sekaligus memperkuat perlindungan konsumen di Morowali.