Rabu, 10 Juni 2026
Home, News  

Pemprov Sulteng Akan Menyiapkan Anggaran Sambungan Listrik dan Meteran Gratis

Pemprov Sulteng Akan Menyiapkan Anggaran Sambungan Listrik dan Meteran Gratis
Gubernur Sulteng Anwar Hafid saat menerima audiensi General Manager PLN Suluttenggo, Basuki Atmoko, bersama jajaran, Selasa (13/5/2025), di kediaman gubernur. Foto: Tim Media AH

Palu, Teraskabar.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) tengah mempersiapkan anggaran untuk membantu sambungan listrik dan meteran gratis bagi masyarakat tidak mampu.

“Banyak warga yang tidak bisa bayar biaya penyambungan. Kami hadir untuk bantu. Jangan sampai karena tidak punya uang, mereka tetap hidup dalam gelap,” kata Gubernur Sulteng Anwar Hafid saat menerima audiensi General Manager PLN Suluttenggo, Basuki Atmoko, bersama jajaran, Selasa (13/5/2025), di kediaman gubernur.

Tercatat masih ada 69 desa di Sulawesi Tengah yang belum teraliri listrik secara penuh. Namun menurut PLN, sebagian besar sudah masuk dalam daftar prioritas penyalaan, dengan lebih dari 250 pelanggan terdaftar, dan lebih dari 100 di antaranya telah menyelesaikan pembayaran.

Jumlah desa yang belum teraliri listrik turun signifikan dibanding dibanding bulan Maret 2025 yang masih berjumlah 89 desa. Data tersebut disampaikan General Manger PLN Suluttenggo, Basuki Atmoko pada kesempatan audiensi sebelumnya bersama Gubernur Anwar Hafid, Selasa (18/3/2025), di ruang kerja gubernur.

Langkah ini kata Gubernur  Anwar Hafid, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah mendukung penuh percepatan elektrifikasi hingga ke pelosok.

“Alhamdulillah, sebagian besar wilayah sudah bebas dari gelap. Wilayah seperti Morowali progresnya sudah 90 persen. Insyaallah September ini bisa menyala, kalau tidak ada hambatan,” ujar Anwar.

Gubernur juga menjelaskan bahwa dirinya aktif meninjau langsung pembangunan infrastruktur listrik di lapangan.

“Saya turun langsung, cek tower-towernya. Kalau ada yang menghambat, langsung saya selesaikan. Kita tidak boleh main-main soal pelayanan dasar seperti listrik,” tegasnya.

General Manager PLN Suluttenggo, Basuki Atmoko menegaskan dukungannya untuk mempercepat elektrifikasi hingga ke wilayah terpencil sebagai bentuk komitmen pemerataan energi nasional.

“Sebagian besar infrastruktur sudah terkoneksi dengan sistem, daya listrik sudah tersedia. Tinggal menunggu penyalaan resmi, termasuk di wilayah seperti Palu 3 dan desa-desa di Morowali Utara,” kata Basuki Atmoko.

  FKUB Sulteng Nilai Pernyataan Fuad Plered yang Hina Guru Tua Ancam Kerukunan

Ia menegaskan, bahwa secara teknis, sistem kelistrikan sudah siap menyalurkan daya ke sejumlah desa yang sebelumnya belum terjangkau listrik.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan akses energi yang berkeadilan.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari Gubernur Anwar Hafid. Dengan sinergi seperti ini, kami optimistis tidak ada lagi wilayah di Sulawesi Tengah yang tertinggal dari segi kelistrikan,” tambahnya.

Salah satu program yang menjadi perbincangan saat audiensi adalah “Light Up The Dream”. Program ini merupakan inisiatif dari para pegawai PLN yang menyisihkan sebagian gaji untuk membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan sambungan listrik.

“Program ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak hanya datang dari institusi, tapi juga dari individu pegawai PLN yang ingin meringankan beban masyarakat,” jelas Basuki. (red/teraskabar)