Pengamat: Erick Thohir Dekati Komunitas NU karena Motif Politik

Jakarta, Teraskabar.id– Upaya Menteri BUMN Erick Thohir menjadi bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) dinilai lebih kental bermuatan politik.
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indostrategic Ahmad Khoirul Umam, dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Rabu malam (2/2/2022).
Menurut analisa pria yang karib disapa Umam ini, Erick Thohir adala figur naturalisasi di komunitas NU. Kedekatan mantan Ketua tim sukses Jokowi-Maruf Amin dengan NU nampak dibangun instan.
Dalam arti kata, Umam melihat lebih disebabkan oleh tujuan politik tertentu.
“Upayanya mendekati NU jelas bermotif politik, karena kedekatan itu memang terbangun secara instan dengan target-target kepentingan politik yang clear,” demikian kata Dosen Universitas Paramadina ini.
Penilaian Umam didasarkan oleh upaya Erick Thohir mendekati NU secara sistematis, baik saat menjadi anggota kehormatan Banser NU dan juga pengerahan logistik ekonomi politik yang nampak besar.
“Mulai dari bantuan-bantuan, pengkondisian wacana, survei-survei dengan narasi basis Nahdliyyin, hingga penempatan sejumlah nama di jajaran elite NU sebelumnya sebagai komisaris BUMN,” terang Umam.
Ia berpandangan, jika literasi politik warga NU semakin mapan, tentu warga Nahdliyyin bisa membedakan mana yang ingin berkhidmat pada NU dan mana yang ingin membeli NU.
Meski demikian, model dekat dengan NU karena faktor politik akan berpotensi mengacaukan kaderisasi politik Nahdliyin.
“Tentu sah-sah saja Erick atau politisi lain melakukan cara-cara seperti itu. Sebelumnya juga ada yang melakukan itu seperti Rusdi Kirana yang tiba-tiba jadi Waketum PKB,” pungkas Umam.
Dalam survei lembaga CIIS, Erick Thohir menjadi salah satu tokoh dambaan warga NU. Survei dilakukan di basis warga Nahdliyin. (RMOL/teraskabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *