Jumat, 14 Agustus 2026

Pengerjaan Abutment Jembatan Dua Baturube di Morut Diduga Proyek Siluman

Pengerjaan Abutment Jembatan Dua Baturube di Morut Diduga Proyek Siluman
Pengerjaan abutmen Jembatan Dua Baturube, Morowali Utara. Foto: Ramlan

Morowali Utara, Teraskabar.id – Proyek pembangunan abutment jembatan yang menelan anggaran Rp2 Miliar lebih dari APBD Kabupaten Morowali Utara (Morut) tahun 2025 mulai terbongkar. Pengerjaan abutmen Jembatan Dua Baturube di Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara, disebut proyek siluman karena tak memasang papan proyek.

Sejak dimulainya pembangunan pada pertengahan tahun lalu, di lokasi pengerjaan tak ditemukan papan informasi yang menandakan adanya proyek jembatan. Belakangan baru diketahui pagunya anggarannya sekitar Rp2 Miliar yang dikerjakan seorang rekanan bernama Apri Malewa.

“Proyek jembatan tersebut tidak transparan, parah tidak menggunakan papan proyek,” tutur tokoh masyarakat yang juga mantan camat Bungku Utara, yang dihubungi media ini, Sabtu (4/4/2026).

Pembangunan abutment jembatan yang tidak transparan itu, baik dari mata anggaran maupun nomor dan nilai kontrak, menjadi pertanyaan bagi masyarakat sekitar.

“Kalau tak punya papan proyek berarti proyek siluman, pantas sampai sekarang belum selesai 100 persen,” tandasnya.

Proyek Abutment Jembatan Dua Baturube Dilidik Polisi

Informasi diperoleh media ini, pengerjaan abutment Jembatan Dua di Baturube yang mangkrak tersebut telah dilakukan penyelidikan oleh tim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reskrimsus Polres Morowali Utara.

Tim penyidik Tipikor Polres tersebut didampingi para ahli yang memiliki kemampuan menilai dan menghitung volume pekerjaan, apakah ada kerugian negara atau tidak.

Sebelumnya diberitakan, Pembangunan abutment Jembatan Dua di Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara (Morut) dengan pagu kurang lebih Rp2 Miliar dinilai mangkrak. Bangunan penopang beban kepala kembatan tersebut tak menggunakan oprit.

” Pelaksanaan pembangunan abutment jembatan mulai tahun lalu dan tak menggunakan oprit atau timbunan sebagai penghubung jalan, penopang jembatan itu terkesan mangkrak,” tutur warga setempat, Imran kepada media ini, Ahad (4/4/2026).

  Mesin Pengolah Sampah Ala Bupati Morowali: Sang Jenderal Terpukau

Dengan anggaran yang nilainya pantastis, Rp2 Miliar lebih, padahal hanya mengerjakan satu abutment sehingga tak logis jika perencanaanya tidak dilengkapi dengan oprit. Penggunaan oprit atau timbunan sebagai struktur penghubung di belakang yang berfungsi sebagai penahan abutment.

” Aneh kalau perencanaan abutment tidak include dengan oprit, anggaran untuk oprit diapakan,” singgung warga sekitar.

Pembangunan satu abutment jembatan yang dikerjakan CV Rahma dengan nilai miliaran rupiah itu mencuat kabar jika menggunakan material dari lokasi tak berijin, demikian halnya batu pecah yang sumbernya berasal dari luar wilayah.

” Pasir dari desa kalombang, apakah ada hasil uji laboratorium saya tidak tau pak,” tutur warga lainnya, Udin kepada wartawan.

Menurutnya, Jembatan Dua yang dibangun di ibu kota kecamatan ini pertama kalinya ditimpa bencana banjir pada tahun 2018, kemudian sejak berganti bupati baru tahun 2025 mendapat perhatian pemerintah, namun yang dianggarkan dan dikerjakan hanya satu abutment dengan anggaran yang tidak masuk akal.

” Dulu pernah diusulkan anggaranya sebesar Rp1,6 Miliar, tetapi herannya membengkak menjadi Rp 2 Miliar lebih, itupun hanya satu abutment,” kritiknya.

Pihak Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) kabupaten Morowali Utara, selalu pengawas proyek Abutment, Idris Mustapa, yang dihubungi media ini membenarkan, bahwa pengerjaan abutment jembatan di Baturube itu baru tahap pertama senilai Rp2 Miliar, sementara tahun 2026 kembali dianggarkan untuk abutment kedua.

” Hanya karena terjadi pergeseran anggaran sehingga belum dimulai pekerjaan tahun ini,” jelas Idris.

Idris yang mengaku dari dinas terkait, mengatakan kalau pembangunan jembatan tersebut menggunakan tiang pancang dari material besi ulir. Anggaran jembatan jika ditaksir memakan anggaran sekitar belasan miliar rupiah.

  Polisi Gelar Rekonstruksi Penembakan di Desa Era, 11 Adegan Diperagakan

” Jembatan itu rencananya menggunakan besi baja, cuma pengerjaannya secara bertahap,” katanya.

Ia tidak menyebut terkait oprit yang tidak dikerjakan, padahal oprit tersebut sebagai penghubung badan jembatan dengan jalan. (ram)