Poso, TerasKabar. id – Proyek preservasi jalan nasional ruas Tagolu – Tentena sepanjang 47 kilometer dengan penyedia jasa PT. Tureloto Batu Indah (TBI) sejak 20 Oktober 2025- 2027 atau 540 hari kerja dengan nilai kontrak Rp101 Miliar lebih, dari pantauan media ini per 8 Februari 2026 akumulasi realisasi pekerjaan di 5 titik pekerjaan pelebaran jalan baru sekitar 2,942 kilometer.
Capaian realisasi proyek tersebut berlangsung secara sporadis di 5 titik antara lain di km 10+458-10+700, 10.900-11.600 kemudian di Km 11.950-12.400, 27.700-28.300, serta Km 27+700-28+300.
Pekerjaan patching dari Km 10+458- km 43.+00 dan lima km di antaranya, hingga saat ini belum ditutupi hotmix sehingga rawan terjadi kecelakaan mulai dari Km perkerjaan pengaspalan 38+800-Km 43+00. Bahkan terpantau ada lubang patchingan yang hanya ditutupi setengah hotmix. Warga setempat mengatakan kemungkinan besar rekanan kehabisan pridak asphaltnya.
“Mungkin pemborong abis aspalnya pak. Sehingga kurang ditutup setengah lubang. Lubang ini sudah seminggu lebih dibiarkan seperti ini. Banyak warga keluhkan terganggunya perjalan mereka. Padahal dalam Undang undang lalu lintas sangat jelas jika terjadi kecelakaan disebabkan oleh lubang tersebut pihak pemerintah bisa dituntut pidana,” ujar warga.
Terlihat juga material untuk drainase telah siap di pinggaran saluran tersebut. Salah satu dari pihak pengawas lapangan dari PT. TBI, Ilham kepada Teraskabar mengaku ada kendala soal pengaspalan.
“Di ruas ini jalannya akan diperlebar kiri dan kanan sampai Tentena. Soal lubang yang terdapat di lokasi proyek itu akan digusur lagi,” jelasnya.
Hingga berita ini tayang, pihak kepala BPJN 14 Sulteng dan PPK preservasi jalan Tagolu-Tentena tidak memberikan komentar sehubungan dengan capaian bobot pekerjaan rekanan, yang diduga terlambat dari jadwal pelaksanaan serta berapa progres dan bobotnya tiga bulan terakhir.
Hal yang sama dengan Direktur PT. TBI, Rofiq Amanda Setiawan. Saat dikonfirmasi pada Ahad (8/2/2026), tidak merespon serta memberikan keterangan dan klarifikasi kendala yang dihadapi pihak perusahaan sehingga terlihat terlambat dari jadwal pelaksanaannya.
Dari informasi para produsen yang memproduksi hormix mengaku jika pihak perusahaan proyek Tagolu-Tentena telah mengorder asphal sebanyak 100 ton, namun produsen inginkan harus di atas 100 ton.
“Iya mereka sudah pesan 100 ton bahkan sudah deposit namun lahan tempat produk tersebut belum siap jadi belum diproduksi,” ujar sumber. (deddy/teraskabar)






