oleh

Realisasi Investasi Sulteng Posisi 3 Nasional, Kemiskinan Urutan 9

-Ekbis, Home-246 Dilihat
Bagikan Artikel

Palu, Teraskabar.id- Realisasi investasi Sulawesi Tengah (Sulteng) sepanjang periode April-Juni atau Kuartal II 2022 mencapai Rp 32,10 Triliun, menempatkan Sulteng di posisi 3 nasional.

Lima besar kabupaten kota penyumbang realisasi terbesar adalah Kabupaten Morowali Rp29,261 Triliun; Kabupaten Morowali Utara Rp 1,455 Triliun; Kota Palu Rp 331,72 Miliar; Kabupaten Banggai Rp 322,20 Miliar dan Kabupaten Poso Rp 255,31 Miliar.

Baca jugaRealisasi Investasi Sulteng Tembus Rp20 Triliun di Triwulan I 2022

Sebelumnya pada Kuartal I 2022 atau Januari-Maret, realisasi investasi Sulteng mencapai Rp 20,02 Triliun.

Realisasi Kuartal II juga mengalami peningkatan hampir 4 kali atau sebesar 371,96% dibandingkan dengan Kuartal II tahun 2021 yang hanya sebesar 8,63 Triliun.

Atas capaian ini, Gubernur H.Rusdy Mastura merasa puas dan mengapresiasi kinerja Dinas Penanaman Modal dan PTSP (DPMPTSP) yang konsisten dalam mewujudkan ekosistem investasi dan berusaha yang ramah bagi pelaku usaha.

Baca jugaRealisasi APBD 2021, Ternyata Begini Capaian Sulteng

“Dengan kerja cepat, semoga Sulawesi Tengah menjadi daerah primadona, destinasi ramah investasi di Indonesia,” kata Gubernur Sulteng Rusdy Mastura di sela-sela pembukaan MTQ ke-29 di Banggai, Sabtu malam (23/7/2022).

Terlebih lagi peningkatan ini membawa dampak positif bagi penyerapan tenaga kerja yang menembus 18.801 tenaga kerja pada periode semester I Tahun 2022.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Moh. Rifani Pakamundi,  menerangkan bahwa capaian ini menempatkan Sulteng di peringkat 3 secara nasional di bawah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Serta Kabupaten Morowali memperoleh peringkat pertama se Indonesia mengalahkan Jakarta Selatan di posisi ke dua.

“Detailnya (realisasi) kita meraih 32,10 Triliun dengan besaran PMA 31,25 Triliun dan PMDN 848 Miliar atau menyumbang 10,6% dari total realisasi investasi Indonesia (Kuartal II) sebesar 302,2 Triliun,” jelasnya, mengutip rilis dari Kementerian Investasi/BKPM RI belum lama ini.

Ia juga menuturkan bahwa Sulteng masih menjadi jawara realisasi investasi PMA di Indonesia.

Sepanjang semester 1 Tahun 2022 urainya, Sulteng menyumbang 16,2% dari total realisasi investasi PMA atau sebesar 3,5 Miliar USD.

Namun demikian, Gubernur Rusdy Mastura meminta supaya terus melakukan upaya-upaya progresif untuk memperkecil margin realisasi PMA dan PMDN yang sangat tajam.

Di antaranya melalui kegiatan kemitraan antara pelaku non UKM dengan pelaku UKM.

Selain itu, ia menginfokan bahwa sampai dengan Juni 2022 telah diterbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB) berdasarkan data dari Online Single Submission (OSS) Berbasis Resiko sejumlah 5.489.

Dengan rincian 5.366 pelaku UKM dan 123 pelaku non UKM dengan jumlah sebaran 20.793 proyek pada kabupaten kota di Sulteng.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pelaku usaha yang telah menaruh kepercayaan sehingga Sulawesi Tengah menjadi magnet baru investasi di Indonesia,” ujarnya.

10 Provinsi Termiskin

Sulawesi Tengah berhasil mencatatkan urutan ketiga secara nasional capaian realisasi investasinya. Namun di sisi lain, provinsi yang kaya sumber daya alam ini, jumlah penduduk miskin Sulteng selama enam bulan belakangan ini mengalami peningkatan sebesar 7.140 orang.

Berdasarkan data yang dirilis BPS Provinsi Sulteng, Senin (18/7/2022), jumlah penduduk  miskin di Sulteng pada September 2021 sebanyak 381.210  orang atau 12,18 persen dari total penduduk.  Sedangkan pada Maret 2022 mencapai 388.350 orang atau 12,33 persen dari total penduduk, atau terjadi peningkatan penduduk miskin sebanyak 7.140 orang.

“Secara persentase terjadi peningkatan 0,15 persen selama periode September 2021 hingga Maret 2022,” kata Ketua Tim Statistik Ketahanan Sosial, Ir. Jefrie Wahido M.Si saat rilis BPS Sulteng melalui virtual, Senin (18/7/2022).

Lain halnya jika  dibandingkan keadaan selama setahun, yakni dari Maret 2021 hingga Maret 2022, jumlah penduduk miskin pada Maret 2021 sebanyak 404.440 orang atau 13 persen dari total penduduk. Sehingga terjadi penurunan baik diri sisi jumlah maupun persentase, yaitu 16.090 orang atau turun 0,67 persen poin.
Jumlah penduduk miskin tersebut menempatkan Sulawesi Tengah pada posisi 9 provinsi termiskin secara nasional.

Berdasarkan data BPS yang dikutip media ini, Senin (25/7/2022), Sulteng menempati urutan 9 provinsi tertinggi persentase kemiskinannya secara nasional pada Maret 2022. Tercatat 12,33 %. Naik satu strip dari posisi 10 menjadi posisi 9 tertinggi persentase penduduk miskinnya pada periode sebelumnya. Sebab, pada September 2021, persentase penduduk miskin Sulteng mencapai 12,18 persen. Sedangkan pada periode Maret 2022 menjadi 12, 33 persen, atau meningkat 0,15 persen.

Berikut 10 provinsi termiskin di Indonesia per Maret 2022 berdasarkan data BPS yang dikutip, Senin (25/7/2022);
1. Papua 26,56 %
2. Papua Barat 21, 33%
3. Nusa Tenggara Timur 20,44 %
4. Maluku 15,97%
5. Gorontalo 15,42 %
6. Aceh 14,64%
7. Bengkulu 14,62%
8. Nusa Tenggara Barat 13,68%
9. Sulawesi Tengah 12,33%
10. Sumatera Selatan 11,9%

Menariknya, DKI Jakarta dan Jawa Barat yang tercatat tertinggi realisasi investasinya, termasuk provinsi terendah persentasi penduduk miskinnya secara nasional pada Maret 2022. (teraskabar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.