Sempat Terapung Sepekan di Laut, 2 Nelayan Bahoruru, Morowali Akhirnya Ditemukan

Morowali, Teraskabar.id– Dua nelayan di Morowali bernama Bahtiar dg Gassing (60) dan Basir (18) yang sebelumnya dilaporkan belum kembali saat melaut di perairan Desa Bahoruru Tengah, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, kini telah ditemukan oleh Tim SAR Gabungan.

Korban berangkat melaut pada Rabu (25/1/2022) namun baru dilaporkan oleh keluarga korban pada Ahad (30/1/2022) sekitar pukul 11.30 WITA, dari anak korban,  Badria.

“Korban ditemukan dalam kondisi selamat oleh Tim SAR Gabungan SRU 2 sekitar 30 NM dari lokasi kejadian. Sementara perahu korban mengalami kerusakan mesin,” kata Kepala Basrnas Palu Andrias Hendrik Johannes, Selasa (1/2/2022).

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel BPBD Morowali, BPBD Banggai Laut, Tagana, KPA, Polair Babinsa dan Babhinkamtibmas langsung mengevakuasi korban beserta perahunya ke pelabuhan terdekat di Pulau Kaloreang.

Selanjutnya, Tim SAR Gabungan tiba di Pelabuhan Kaloreang dan menyimpan perahu korban di pelabuhan dan melanjutkan ke pelabuhanan Tandu Leo Desa Bahoruru, Kecamatan Bahodopi.

Sebelumnya diberitakan, dua nelayan di Morowali bernama Bahtiar dg Gassing (60) dan Basir (18) dilaporkan belum kembali saat melaut di perairan Desa Bahoruru Tengah, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Laporan mengenai dua nelayan yang belum kembali saat melaut tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Ahad (30/1/2022) sekitar pukul 11.30 WITA, dari anak korban, Badria .

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Andrias Hendrik Johannes mengatakan, berdasarkan laporan dari anak korban,  Bahtiar Dg Gassing bersama seorang anaknya berangkat melaut di perairan Desa Bohoruru Tengah, Kecamatan Bungku,  Kabupaten Morowali, menggunakan kapal kayu warna abu-abu bermesin 300 PK. Kebiasaan melaut, menurut pengakuan anak korban kata Andrias,  2 hari sudah kembali ke darat. Namun  sampai saat ini, keduanya belum kembali.  

“Keluarga korban telah melakukan pencarian namun masih nihil,” kata Andrias, Ahad (30/1/2022).

Andrias mengatakan, Tim Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Morowali segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan tersebut, Minggu (31/1/2022) sekitar pukul 11.50 WITA. Tim yang beranggotakan 4 personel itu menggunakan D-Max Compartement menuju lokasi diduga hilangnya 2 nelayan tersebut. (teraskabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *