Oleh Hasanuddin Atjo
LANGKAH maju kembali ditoreh oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng), setelah Gubernur Anwar Hafid dan wakilnya R. Lamadjido, Sabtu 21 Ferbruari 2026 menerima delegasi dari Provinsi Sichiuan China, di Gedung Pogombo Pemprov Sulteng.
Dalam pertemuan itu, delegasi Sichuan dipimpin langsung direktur utama perusahaan daerahnya bersama sejumlah pengusaha setempat. Mereka ingin memperluas kerjasama ekonomi yang telah dibangun melalui ekspor durian Montong Parigi Moutong, yang tercatat sebanyak tiga kali.
Sichuan merupakan provinsi terbesar ke-6 di China dengan jumlah penduduk pada (2024)
sebanyak 83,6 juta jiwa atau terpadat ke tiga di China, dan pendapatan per kapita (PDRB) mencapai US$ 10.859, setara sekitar 175 juta rupiah/tahun.
Provinsi yang terletak di barat daya China, ekonomi mereka dominan ditopang oleh sektor Pertanian (beras, daging dan gandum ), Industri-manufaktur (ekektronik, gas alam serta energi terbarukan-PLTA) dan sektor Jasa dan Teknologi (IT, logistik dan parawisata).
Rencana menjalin sister Province ini antara lain, karena diakselerasi naiknya status bandara udara Muriara Sis Al-Jufri menjadi bandara udara Intetnasional (berani lancar). Status ini merdorong terbang langsung (direct flight) Palu ke Sichuan dan ke Palu.
Tidak hanya program BERANI Lancar saja teraksekerasi, tapi sejumlah progran BERANI akan terkena imbas, seperti BERANI Makmur (Pertanian, Kelautan dan Perikanan) serta BERANI Harmoni (Parawisata).
Selain itu BERANI Cerdas juga akan berdampak karena terbuka kesempatan warga Sulteng melanjutkan pendidikan di China sekaligus percepatan transformasi inovasi-teknologi dalam rangka pengembangan program BERANI lainnya.
Momentum ini merupakan peluang emas yang mesti dimanfaatkan, dibalik adanya sejumlah tantangan yang harus diselesaikan. Tuntutan suply chain komoditi yang kontinyu dengan kuantiti dan kualiti yang terjaga jadi PR yang mesti dieksekusi.
Kesiapan infrastruktur serta SDM kepariwisataan menjadi syarat yang tidak bisa lagi ditawar. Kecepatan layanan, kepuasan dan kenyamanan menjadi kunci sukses sektor ini yang juga potensial di daerah yang terkenal karena kaya akan nikel .
Keberadaan Perseroda atau Perusahaan Perseroan Daerah (BUMD) mesti segera didorong mengambil peran, terutama terkait dengan ekspor-impor komoditi dari Sulteng maupun Sichuan.
Tetakhir, organisasi perangkat daerah segera mengakselerasi rencana aksi masing masing program BERANI-nya terkait dengan rencana membangun sister Province ini. Jangan lagi momentum ini lepas karena ketidaksiapan. SEMOGA






