Warga Donggala Terseret Arus Sungai Sulewana Poso saat Menyeberangkan Sapinya

Poso, Teraskabar.id–  Seorang warga asal Desa Sikara, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng),  bernama Ikbal (28), hanyut terseret arus sungai saat hendak menyelamatkan sapinya di sungai Desa Sulewana, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso.

Kejadian berawal pada Sabtu (6/7/2024) sore pukul 17.30 Wita ketika korban sedang menyeberang sungai dengan sapinya yang membawa kayu di atas gerobak. Saat itu, arus sungai deras, sehingga sapi beserta muatan kayu tersebut hanyut.

Baca jugaDanau Poso Surut, Ekonomi Sulteng Terdampak

Melihat kejadian tersebut, korban berusaha menyelamatkan sapinya. Namun, naas korban juga ikut hanyut terbawa arus.

Sebelumnya upaya pencarian telah dilakukan oleh pihak keluarga bersama pemerintah desa setempat, namun hingga kini korban belum juga ditemukan.

Andrias Hendrik Johannes selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu (Basarnas Palu), Ahad (7/7/2024), mengatakan, pihaknya menerima informasi tersebut dari Sofyan, salah satu personil BPBD Poso melalui telpon.

“Saat ini personil dari Pos Pencarian dan Pertolongan Parigi telah tiba di lokasi kejadian,” ujarnya.

Setibanya di lokasi nanti tim langsung melakukan pencarian bersama unsur SAR lainnya dengan menggunakan perahu karet dan peralatan pendukung lainnya.

Baca jugaResmikan PLTA Sulewana Poso, Presiden Jokowi Sentil PLN Soal Birokrasi Perizinan

Pencarian yang melibatkan unsur SAR gabungan, terdiri dari personil Pos Pencarian dan Pertolongan Parigi, Bhabinsa, Bhabinkamtibnas, BPBD Poso, pemerintah desa dan masyarakat setempat, dimulai sekitar pukul 12.10 Wita.

Tim SAR gabungan kemudian melaksanakan penyisiran dengan membagi 2 SRU.  SRU 1 bertugas melaksanakan penyisiran di sisi kiri sungai dengan radius dari lokasi kejadian sekitar 2 kilometer.

SRU 2 bertugas melaksanakan penyisiran di sisi kanan sungai dengan radius dari Lokasi kejadian sekitar 2 kilometer.

Selama proses pencarian lanjutnya, Tim SAR gabungan mengalami kendala. Di antaranya, kondisi cuaca di lokasi kejadian terjadi hujan dengan intensitas tinggi, mengakibatkan arus sungai meningkat deras sehingga untuk pencarian menggunakan perahu karet sangat beresiko.

Baca jugaTim SAR Menemukan Senjata Milik Korban, 1,1 Km dari Lokasi Berburu Kelewar

Selain itu, di area lokasi kejadian di sepanjang sungai dengan radius 5 kilometer, kontur medannya banyak terdapat bebatuan dan ada beberapa spot yang curam disertai arus deras. Sehingga, sangat membahayakan tim untuk melaksanakan penyisiran dengan cara turun di sungai.

“Hingga pukul 17.00 Wita, pencarian hari pertama nihil. Hasil briefing dan evaluasi Tim SAR gabungan bersama pemerintah setempat bahwa pencarian hari ini dihentikan sementara dan akan dilanjutkan esok hari,” kata Andrias. (red/teraskabar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *