Jumat, 6 Februari 2026

Bupati Parigi Moutong Tinjau Langsung Lokasi Karhutla di Desa Avolua, Upaya Pemadaman Terus Diperkuat

Bupati Parigi Moutong Tinjau Langsung Lokasi Karhutla di Desa Avolua, Upaya Pemadaman Terus Diperkuat
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase bersama Wakilnya, Abdul Sahid menijau lokasi Karhutla di Desa Avolua, Kamis (5/2/2026). Foto: Kominfo

Parigi Moutong, Teraskabar.id– Bupati Parigi Moutong (Parimo), H. Erwin Burase, bersama Wakil Bupati H. Abdul Sahid, tinjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kamis (5/2/2026).

 Peninjauan tersebut turut didampingi Kapolres Parigi Moutong, AKBP Dr. Hendrawan A.N., S.I.K., M.H., Kepala Dinas Kominfo Hairudin, serta tim gabungan.

Di lokasi kejadian, Bupati Erwin Burase menyampaikan bahwa saat ini upaya antisipasi terus dilakukan guna mencegah api meluas, meski masih dilakukan secara manual. Hal ini disebabkan kondisi medan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

“Kita lihat langsung kondisi medan tadi, kendaraan tidak bisa naik ke atas. Sementara api dan angin cukup kencang. Setiap saat api bisa membesar dan tentu ini sangat membahayakan masyarakat,” jelas Bupati.

Bupati Parigi Moutong Tinjau Karhutla, Akan Siapkan Alkon

Berdasarkan pantauan di lapangan, tim gabungan bersama masyarakat masih berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Warga terlihat bahu-membahu mengambil air secara manual menggunakan jeriken.

Sebagai langkah lanjutan, Bupati Erwin Burase menyampaikan pemerintah daerah akan menyiapkan alkon (alat pompa air) untuk mempercepat proses pemadaman.

“Tadi kita antisipasi, nanti kita siapkan alkon. Di situ ada aliran air yang bisa kita tampung. Jadi air bisa langsung dipompa dan dialirkan menggunakan selang panjang ke titik api. Kasihan masyarakat, masih naik turun ambil air pakai alat seadanya,” ujarnya.

Selain fokus pada pemadaman, Bupati Parigi Moutong juga menaruh perhatian serius terhadap dampak ekonomi yang dialami warga akibat kebakaran tersebut. Ia telah menugaskan Sekretaris Daerah untuk segera menginstruksikan camat dan kepala desa agar mendata kebun-kebun masyarakat yang terdampak.

“Kita minta segera didata kebun masyarakat, luasannya berapa hektare, siapa pemiliknya, dan apa isi kebunnya. Pemerintah daerah akan membantu masyarakat. Tadi ada yang sampai 10 hektare, itu sebenarnya sudah siap panen, sudah mulai berbuah. Ini tentu kerugian besar dan harus kita pikirkan bersama,” tegasnya.

Usai Bupati Parigi Moutong tinjau lokasi Karhutla, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memastikan akan terus melakukan langkah-langkah penanganan serta pendampingan kepada masyarakat terdampak, baik dalam upaya pemadaman maupun penanganan pasca-kebakaran.

Sebagaimana diketahui, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)  yang melanda Desa Avolua dan Desa Uevolo, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, tak kunjung padam.

Hingga Kamis malam (5/2/2026), kobaran api dilaporkan masih melanda hutan dan lahan di dua desa bertetangga itu sejak kebakaran mulai melanda wilayah itu pada Ahad (1/2/2026), sekitar pukul 15.00 Wita. Praktis kebakaran melanda wilayah tersebut sudah berlangsung selama 5 hari.

Kobaran api yang tak kunjung padam melanda Desa Uevolo dan Desa Avolua membuat warga di dua desa tersebut menjerit meminta tolong kepada pemerintah daerah untuk serius menangani Karhutla tersebut.

Warga bahkan menggunakan media sosial untuk menyuarakan aspirasinya agar segera mendapat penanganan serius dari bupati Parigi Moutong dan Gubernur Sulawesi Tengah. Melalui akun Facebook Opan WO, menyuarakan kepada Pemda untuk mengerahkan helicopter karena sudah banyak kebun warga hangus terbakar. Warga hanya bisa pasrah melihat api terus merembet ke kebun kebun lainnya.

Opan WO mengungkapkan, tanpa menurunkan helicopter, akan sulit memadamkan kobaran api yang berada di puncak perbukitan. Sebab, mobil pemadaman kebakaran tak bisa menjangkau wilayah perbukitan karena kondisi medan yang ekstrem. (red/teraskabar)