Morowali, Teraskabar.id – Kehadiran Forum Masyarakat Kawasan Investasi (FMKI) terus menarik perhatian berbagai elemen masyarakat. Aktivis buruh, Mohammad Rizal, menilai organisasi ini menghadirkan energi baru dalam dinamika sosial di kawasan investasi Morowali. Ia melihat FMKI membawa angin perubahan.
Menurut Rizal, FMKI membawa angin perubahan karena organisasi ini berani mengambil posisi moderat. Selama ini, banyak kelompok hanya berdiri pada satu kepentingan. Namun, FMKI justru membangun ruang yang terbuka dan rasional.
Selain itu, Rizal menilai FMKI lahir dari kesadaran kolektif warga. Karena itu, ia melihat FMKI tumbuh dengan semangat kebersamaan, bukan dengan agenda konflik.
FMKI Memperkuat Posisi Poros Tengah
Rizal menjelaskan bahwa FMKI secara sadar memosisikan diri sebagai poros tengah. Organisasi ini menjembatani kepentingan masyarakat, dunia investasi, dan pemerintah. Menurutnya, langkah tersebut sangat strategis.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa FMKI membawa angin perubahan karena memposisikan diri sebagai pengurai. FMKI memilih jalur komunikasi dibandingkan konfrontasi. Sikap ini, menurut Rizal, menciptakan suasana yang lebih sehat.
Di sisi lain, Rizal melihat FMKI tidak mengorbankan kepentingan rakyat. FMKI melahirkan program-program kerja yang pro rakyat. Namun, Rizal menekankan agar dalam prakteknya nanti, FMKI melakukannya dengan cara yang terukur.
FMKI Membawa Angin Perubahan: Gerakan Bersama Tanpa Polarisasi
Rizal menegaskan bahwa kekuatan FMKI terletak pada pendekatan kolektif. FMKI mengajak semua pihak bergerak bersama tanpa menciptakan polarisasi. Menurutnya, pendekatan ini sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini.
Ia menilai FMKI membawa angin perubahan karena mendorong dialog langsung. Selain itu, melalui programnya kedepan, FMKI memperkuat literasi publik agar warga memahami posisi dan perannya.
Dengan demikian, FMKI tidak hanya berbicara soal kepentingan jangka pendek. FMKI justru mendorong keberlanjutan sosial dan ekonomi secara bersamaan.
Harapan Buruh terhadap Peran FMKI
Sebagai pimpinan Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), Rizal menyampaikan harapan besar kepada FMKI. Ia berharap FMKI ikut mengawal isu ketenagakerjaan secara konsisten. Buruh, menurutnya, membutuhkan lebih banyak wadah yang mampu menyampaikan aspirasi tanpa memperkeruh keadaan.
Selain itu, Rizal berharap FMKI tetap independen. Ia menilai independensi menjadi kunci kepercayaan publik. Tanpa independensi, FMKI akan kehilangan legitimasi sosial.
Pada akhirnya, Rizal menyatakan keyakinannya bahwa FMKI akan membawa perubahan yang nyata. Ia percaya FMKI mampu menjadi motor penggerak dialog, keadilan, dan keseimbangan di kawasan investasi.
Dengan semangat kebersamaan, Rizal mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung langkah FMKI. Menurutnya, perubahan hanya bisa terwujud ketika semua pihak bergerak dalam arah yang sama. (Ghaff/Teraskabar).







