Minggu, 15 Februari 2026
Home, News  

Forum Anak Nosarara Penguatan Kapasitas Anak, Jadi Ruang Pembelajaran Partisipatif

Forum Anak Nosarara Penguatan Kapasitas Anak, Jadi Ruang Pembelajaran Partisipatif
Forum Anak Nosarara Penguatan Kapasitas Anak menuju KLA tahun 2026, Sabtu (14/2/2026), di gedung Arsip dan Perpustakaan Kota Palu. Foto: Dok Forum Anak Nosarara

Palu, Teraskabar.id – Forum Anak Nosarara Kota Palu melaksanakan kegiatan Capacity Building atau penguatan kapasitas dengan tema “Hebat Muda Berkarya, Cerdas dan Berbahasa”. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, Sabtu dan Minggu (14-15 Februari 2026), bertempat di Gedung Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Palu.

Capacity Building merupakan salah satu kegiatan tahunan Forum Anak Nosarara Kota Palu yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran anak sebagai pelopor dan pelapor (2P) terhadap anak-anak yang ada di Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran yang partisipatif, sehingga anak-anak mampu memperjuangkan hak-haknya serta menyuarakan aspirasi secara efektif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Acara dibuka oleh Wali Kota Palu yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu, Dr. Royke Abraham, M.A.P., sekaligus memberikan kata sambutan dan arahan bagi Forum Anak Kota Palu.

Dr. Royke dalam arahannya menekankan peran Forum Anak dalam pencapaian Kota Layak Anak (KLA) tahun 2026, peran Forum Anak dalam mengawal anak di lingkungannya melewati masa transisi anak, remaja, menuju kedewasaan, menjadi “Konselor Sebaya” mendampingi teman yang mengalami problem dalam masa remajanya. “Momentum Forum Anak Nosarara penguatan kapasitas ini menjadi wadah memperkuat peran menuju capaian KLA tahun 2026,” ujarnya.

Arahan selanjutnya adalah, memfasilitasi mereka yang hak anaknya terabaikan, termasuk penelantaran anak yang menyebabkan anak mengalami kekurangan gizi, gizi buruk, dan stunting.

“Saya sangat senang ketika melihat anak-anak dapat berpartisipasi dengan baik dalam kegiatan yang positif seperti ini, karena anak-anak harus sudah mempunyai rencana sejak mulai dari SMP hingga sarjana sehingga harus belajar dengan baik,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri arahannya, Dr. Royke berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang pembelajaran yang partisipatif, sehingga anak-anak mampu memperjuangkan hak-haknya serta menyuarakan aspirasi secara efektif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. (fitra/teraskabar)

  Jelang Sangganipa Fest Parimo, Tim Kerja Sangganipa Finalisasi Kesiapan Pelaksana