Palu, Teraskabar.id – Komisi Penyuluhan Pertanian Provinsi (KP3) Sulawesi Tengah secara terbatas melakukan audensi ke Kepala Dinas (Kadis) TPH (Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura), Selasa, (06/01/2026).
Audensi berlangsung sekitar satu jam, bertempat di ruang kerja kadis dan diterima langsung oleh pejabat baru, Dodot Tinarso, yang dilantik di penghujung tahun 2025.
Dua poin menjadi fokus dialog KP3 audensi ke Kadis TPH, yaitu bagaimana mewujudkan sasaran dari program BERANI Makmur dan BERANI Sejahtera di tengah kondisi keterbatasan anggaran dan berpindahnya kewenangan Penyuluhan ke Kementerian Pertanian.
BERANI makmur lebih kepada cara peningkatan profuktivitas tanaman pangan-hortikultura. Sementara BERANI Sejahtera lebih fokus pada bagaimana cara peningkatan nilai tambah atau value. Kedua poin inilah yang menjadi soal selama ini.
KP3 dan Dinas TPH sepakat bahwa BERANI Makmur dan BERANI Sejahtera seyogianya didorong secara simultan dan tidak terpisah. Mesti dalam satu lokus atau kawasan.
Mensiasiati anggaran yang terbatas serta transformator (penyuluh), maka disepakati perlunya satu role model (pilot project) komoditi TPH yang produktifitas dan nilai tambah dinilai masih kurang.
Desain role model antara lain areal dibatasi (100 – 200 ha), dikelola oleh 1 – 2 gabungan kelompok tani (gapoktan). Pada role model ini dilakukan intervensi oleh Pemerintah Provinsi bersama Kabupaten dan Kota.
Kelebihan pendekatan role model, upaya meningkatkan produktifitas dan nilai tambah lebih mudah dikendalikan dan diukur, sehingga indikator target pada program BERANI Makmur dan BERANI Sejahtera dapat dibuktikan. Selanjutnya role model dengan cepat bisa direplikasi.
Terakhir, Kadis TPH dan KP3 sepakat dalam waktu singkat untuk bersama sama akan merancang role model itu dan diangkat pada forum dialog yang lebih luas.
Sumber : Dr. Hasanuddin Atjo







