“Pelatihan lanjutan ini lebih menekankan kepada pemanfaatan tanaman obat keluarga. Tetapi sebelumnya peserta diberikan pengetahuan tentang khasiat dari macam-macam tanaman herbal dan manfaatnya. Kemudian dikaitkan dengan jenis-jenis penyakit yang dapat teratasi dengan tanaman herbal tersebut,” jelas Rianti.
Setelah memberikan pengetahuan dan pemanfaatan tamanan obat herbal, Rianti juga mengajak peserta untuk mempraktekan cara meracik ramuan untuk berbagai macam penyakit, seperti diabetes, kolesterol, hingga ramuan untuk menurunkan berat badan.
Baca juga : Pengelolaan Lingkungan PT Vale Dikagumi Kakanwil Bea Cukai Sulbagsel
Menurut Rianti, penanganan penyakit dengan metode obat herbal dapat menjadi alternatif pengobatan keluarga sebelum memutuskan untuk pergi ke layanan kesehatan umum dan mengonsumsi obat-obatan berbahan kimia. “Herbal ini bisa menjadi solusi sebelum mereka berobat ke Rumah Sakit. Jadi masyarakat dilatih untuk dapat mengatasi sendiri kesehatan diri dengan herbal, khususnya untuk kasus yang ringan dan bisa mereka kendalikan,” harap Rianti.
Kedepan Rianti berharap, jika masyarakat sudah mampu mempraktekan teori pemanfaatan tanaman obat herbal untuk kebutuhan diri sendiri, dan melakukan budidaya herbal organik, maka bisa dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian keluarga yang berkelanjutan. Hal ini selaras dengan cita-cita PT Vale dalam mempersiapkan ekonomi Luwu Timur yang stabil pascatambang.
Baca juga : PT Vale Dukung Kawasan Wisata Jadi Sumber Ekonomi
Senior Manager Social Development Program (SDP) PT Vale, Ardian Indra Putra menuturkan, masyarakat Luwu Timur harus mampu menjadi masyarakat yang mandiri dan berdaya saing. “Lewat program UKBM Herbal, masyarakat tidak hanya bisa memanfaatkan tanaman obat dan meminimalisir penggunaan obat kimia, tetapi juga diharapkan mampu melihat peluang bisnis untuk meningkatkan perekonomian keluarga dan menjaga stabilitas ekonomi Luwu Timur pascatambang,” tuturnya.






