Selasa, 14 April 2026
Ekbis, Home  

Strategi Sulteng Turunkan Pengangguran Terbuka Diuji Kemendagri

Strategi Sulteng Turunkan Pengangguran Terbuka Diuji Kemendagri

Palu, Teraskabar.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) memberikan gambaran utuh tentang pengangguran terbuka dan pola penanganannya. Strategi Sulteng turunkan Tingkat Pengangguran Terbuka diuji melalui validasi lapangan yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses penilaian kinerja daerah, yang diibaratkan sebagai ujian untuk mengukur sejauh mana efektivitas program dan kebijakan yang telah dijalankan Pemprov Sulteng dalam menekan angka pengangguran.

Validasi lapangan ini melalui zoom meeting yang diikuti Wakil Gubernur Reny A Lamadjido bersama sejumlah pimpinan OPD terkait di Ruang Polibu kantor gubernur, Selasa (7/4/2026).

Wagub Reny  memastikan bahwa berbagai data dukung telah disiapkan secara komprehensif, mulai dari jumlah tenaga kerja terserap, kebijakan daerah, hingga regulasi seperti Peraturan Gubernur yang menjadi landasan program.

Sebagai gambaran umum berdasarkan hasil Sakernas November 2025,  Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 2,89 persen. Hal ini berarti dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 2 sampai 3 orang penganggur. Selama empat periode terakhir, TPT menunjukan tren menurun hingga November 2025. Pada November 2025, TPT mengalami penurunan sebesar 0,03 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2025. Sedangkan total Angkatan kerja sebanyak 1.708.490 orang.

Kota Palu TPT Tertinggi, Bangkep Terendah

Kota Palu menempati angka TPT tertinggi yaitu 5,59 persen, diikuti Banggai Laut 3,69 persen, Buol 3,11 persen, Tolitoli sebesar 3,09 persen, Banggai 3,07 persen. Selanjutnya, TPT Morowali sebesar 2,81 persen, Donggala 2,78 persen, Tojo Unauna 2,73 persen, Morowali Utara 2,38 persen, Sigi 2,30 persen, Poso 1,76 persen, Banggai Kepulauan 1,67 persen.

Pada November 2025, penduduk yang bekerja sebanyak 1.659.110 orang. Dibandingkan Agustus 2025, lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja terbesar adalah Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (16.140 orang). Sementara Sektor Perdagangan mengalami penurunan terbesar (12.870 orang).

  Gubernur Sulteng Silaturahmi ke Vatutela, Dengarkan Aspirasi Warga

Sebanyak 593.480 orang (35,77 persen) bekerja pada kegiatan formal, naik 0,34 persen poin dibanding Agustus 2025.

Persentase setengah penganggur naik sebesar 1,64 persen poin, sementara persentase pekerja paruh waktu turun sebesar 1,60 persen poin dibandingkan Agustus 2025.

Tingkat Pengangguran Terbuka tertinggi sebesar 8,45 persen pada jenjang pendidikan Diploma I/II/III.

 “Kami siap diuji. Ini adalah bagian dari proses yang harus kita lewati untuk memastikan bahwa apa yang kita lakukan benar-benar berdampak. Data yang kami siapkan lengkap dan terukur,” ujar Wagub Reny.

Wagub Reny juga mendorong seluruh peserta untuk aktif menjawab setiap pertanyaan dari tim penilai secara terbuka dan sesuai fakta di lapangan, guna memberikan gambaran utuh tentang upaya penurunan pengangguran di Sulawesi Tengah.

Kemendagri Apresiasi Strategi Sulteng Turunkan Pengangguran

Sementara itu, Sekretaris BSKDN Kemendagri, Dr. Noudy R. P. Tendean, S.IP., M.Si., memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Ia menilai berbagai program yang dipaparkan, termasuk inovasi 9 BERANI, menunjukkan langkah progresif dan terukur dalam pembangunan daerah.

“Saya mengikuti perkembangan Sulawesi Tengah dan melihat komitmen yang kuat dari pemerintah daerah. Program “9 Berani” ini luar biasa dan menjadi salah satu kekuatan Sulteng dalam penilaian kali ini,” ungkapnya.

Sulteng Masuk Nominasi Penilaian

Lebih lanjut disampaikan, Sulawesi Tengah saat ini masuk dalam nominasi bersama tiga provinsi yang masuk dalam penilaian, yakni Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan di wilayah Sulawesi.

Proses penilaian dilakukan secara ketat melalui 12 tahapan, melibatkan tim terpadu dari Kemendagri, Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Ketenagakerjaan, akademisi, serta media. Tahapan selanjutnya adalah pleno tingkat pusat, yang akan berujung pada penetapan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri. Rencananya, penghargaan akan diberikan pada minggu pertama Mei 2026.

  Proyek Perubahan Sekdaprov Sulteng Raih Dua Penghargaan Nasional di Proper Expo LAN RI 2025

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Daryanto, M.M., bersama Kepala OPD terkait dan Tim Penilai Kinerja Pemerintah Daerah.

Dengan kesiapan data, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen kuat dari seluruh jajaran, Sulawesi Tengah optimistis mampu meraih hasil terbaik dan menjadi contoh nasional dalam upaya penurunan pengangguran terbuka. (red)