Minggu, 15 Februari 2026
Home, News  

Untad Launching 3 Prodi Spesialis Kedokteran, Pemprov Sulteng Siapkan Beasiswa

Untad Launching 3 Prodi Spesialis Kedokteran, Pemprov Sulteng Siapkan Beasiswa

Palu, Teraskabar.id – Universitas Tadulako (Untad) launching 3 Program Pendidikan (Prodi) Studi Spesialis (Sp-1) Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Bedah, Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Program ini berada di bawah bimbingan Universitas Hasanuddin sebagai institusi pendamping.

Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Fakultas Kedokteran, Jumat (13/2/2026), dan dihadiri Dekan FK Untad dr. M. Sabir, M.Si., Perwakilan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, serta unsur Forkopimda, Para Dokter Ahli, dan Mahasiswa Kedokteran. Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., mengikuti kegiatan secara daring.

Launching tersebut mengusung tema “Menuju Penguatan Pendidikan dan Layanan Kesehatan di Wilayah Sulawesi Tengah” dan secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp., PK., M.Kes.

Untad Launching 3 Prodi Spesialis, Terobosan Strategis

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Reny A Lamadjido menegaskan bahwa pembukaan tiga Prodi Spesialis di Untad merupakan terobosan strategis untuk menjawab kekurangan dokter spesialis di kabupaten/kota. Ia menilai, sejumlah daerah masih kesulitan memiliki dokter spesialis akibat keterbatasan tenaga pendukung.

“Karena itu, Pendidikan Spesialis harus kita hadirkan di Palu agar kebutuhan layanan kesehatan masyarakat bisa dipenuhi dari daerah sendiri,” ujarnya.

Wagub juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mendukung penuh sarana dan prasarana pendidikan spesialis, termasuk pembiayaan mahasiswa melalui program berani cerdas.

Dukungan tersebut, menurutnya telah disiapkan dalam anggaran tahun berjalan sebagai bentuk keberpihakan pada peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Ia mengingatkan para peserta didik dan dokter pendidik untuk menjaga standar akademik, memperbanyak pembelajaran berbasis kasus, literatur ilmiah, serta pendampingan tutor yang memadai.

“Jangan hanya mengejar gelar spesialis, tetapi pastikan kompetensi dan kualitas tetap terjaga,” pesannya.

  Dorong BERANI Cerdas Lebih Optimal, Rektor Untad: Perlu Pemutakhiran Administrasi

Wagub Reny menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Universitas Tadulako atas pembukaan PPDS-1 setelah melalui proses panjang persiapan administrasi dan sarana prasarana bersama Fakultas Kedokteran Untad.

“Setelah proses panjang membahas persiapan administrasi dan sarana prasarana bersama Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah siap mendukung karena sejalan dengan komitmen Berani Sehat. Hampir sebagian besar di daerah tidak ada dokter spesialis yang dibutuhkan. Olehnya, PPDS-1 ini harus dibuka agar tidak menyusahkan masyarakat,” ujar Wagub.

Pusat Rujukan Pendidikan Kedokteran di KTI

Senada dengan Wakil Gubernur, Rektor Untad Prof. Amar mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi yang konsisten membantu pemenuhan kebutuhan sarana prasarana, serta kemitraan pembinaan akademik dari FK Unhas sebagai institusi induk.

Menurutnya, kehadiran Prodi Spesialis akan memperkuat posisi Universitas Tadulako sebagai Pusat Rujukan Pendidikan Kedokteran di kawasan timur Indonesia, sekaligus menjawab kebutuhan nyata tenaga medis spesialis di Sulawesi Tengah.

Pihak universitas juga berkomitmen merekrut dokter-dokter spesialis senior sebagai pendidik untuk menjamin keberlanjutan dan mutu pendidikan.

Kegiatan Grand Launching ditutup dengan pemukulan gimba oleh Wakil Gubernur bersama Rektor Untad, perwakilan FK Unhas, dan Dekan FK Untad sebagai penanda resmi dimulainya Program Studi Spesialis di lingkungan Fakultas Kedokteran Untad. (red/teraskabar)