Sabtu, 24 Januari 2026

130 Eks JI Poso, Touna dan Morowali Ikuti Seminar Transformasi Ideologi Sehat dan Moderat

130 Eks JI Poso, Touna dan Morowali Ikuti Seminar Transformasi Ideologi Sehat dan Moderat
Seminar ilmiah bertajuk Transformasi Ideologi Jalan Menuju Wasathiyah, Membangun Kesadaran Baru Ideologi Sehat dan Moderat digelar di Hotel Ancyra, Kabupaten Poso, Ahad (7/9/2025). Foto: Humas

Poso, Teraskabar.id – Seminar ilmiah bertajuk Transformasi Ideologi Jalan Menuju Wasathiyah, Membangun Kesadaran Baru Ideologi Sehat dan Moderat digelar di Hotel Ancyra, Kabupaten Poso, Ahad (7/9/2025).

Seminar ilmiah ini  diikuti  130 eks anggota Jamaah Islamiyah (JI) dari tiga kabupaten yakni Poso, Tojo Una-Una, dan Morowali Utara.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Kasatgaswil Densus 88 AT Sulteng Kombes Pol Januario Jose Morais, Kaops Madago Raya Kombes Pol Agus Heni Sunandar, Wakil Bupati Poso H. Suharto Kandar.

Selain itu, turut hadir Ketua MUI Poso KH Arifin Tuamaka, hingga perwakilan ormas Islam seperti Muhammadiyah dan Alkhairat. Hadir pula eks pimpinan Jamaah Islamiyah Indonesia, Ustadz Para Wijayanto.

Dalam sambutannya, Kasatgaswil Densus 88 AT Sulteng Kombes Pol Januario Jose Morais menekankan, pentingnya transformasi ideologi untuk membangun kesadaran baru yang lebih sehat dan moderat.

Ia mengingatkan agar masa lalu tidak menjadi sekat, melainkan pelajaran berharga untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara itu, Ketua MUI Poso KH Arifin Tuamaka menegaskan pentingnya mengedepankan Islam wasathiyah atau moderat dalam kehidupan berbangsa. Menurutnya, paham radikal yang mengklaim hanya dirinya yang benar harus ditinggalkan.

“Islam moderat adalah jalan tengah yang membawa kedamaian, keadilan, dan persatuan,” ujarnya.

Wakil Bupati Poso H. Suharto Kandar juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar ini. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting memperkuat kerukunan di daerah yang plural seperti Poso.

“Moderasi beragama adalah fondasi penting menjaga harmoni di tengah keragaman etnis, budaya, dan keyakinan masyarakat Poso,” katanya.

Ia menambahkan bahwa seminar ilmiah ini sangat penting karena melalui diskusi dan kajian akademis, ajaran Islam yang penuh toleransi, keadilan, dan keseimbangan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sosial, berbangsa, dan bernegara.

  Cawawali Kota Palu Imelda Muhidin Salurkan Hak Pilih di TPS 10 Kamonji Palu Barat

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa umat Islam tidak hanya harus teguh memegang prinsip keimanan, tetapi juga mampu menampilkan wajah Islam yang ramah, moderat, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan serta keberagaman.

Ia berharap, melalui forum ini, akan tercipta kolaborasi erat antara pemerintah, tokoh agama, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Poso yang damai dan harmonis.

Ia menekankan seminar ini tidak berhenti pada diskusi, melainkan mampu menghasilkan rekomendasi dan langkah nyata untuk membangun masyarakat Poso yang sejahtera, damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai wasathiyah dalam kehidupan sehari-hari.

Selain sambutan, acara juga diisi dengan pemutaran film refleksi setahun pembubaran JI, pemaparan konsep Rumah Wasathiyah, serta sesi problem solving bersama Ustadz Para Wijayanto.

Diskusi interaktif itu menjadi ruang bagi eks-JI untuk berbagi pengalaman sekaligus menguatkan komitmen mereka kembali ke pangkuan NKRI.

Kaops Madago Raya, Kombes Pol Agus Heni Sunandar, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan yang mendorong eks-JI bertransformasi menuju ideologi moderat.

“Kami berharap melalui seminar ini, para mantan anggota JI benar-benar meninggalkan paham radikal dan kembali aktif berkontribusi positif bagi masyarakat serta bangsa. Satgas Madago Raya akan terus hadir mendampingi agar Poso semakin damai dan kondusif,” pungkasnya. (deddy/teraskabar)