Lampung Utara, Teraskabar.id – Pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H.M. Ryacudu Lampung Utara diduga kembali berulah. Kali ini terkait pembayaran upah kerja para security alias penjaga keamanan di rumah sakit tersebut belum dibayarkan hingga 4 bulan.
Salah seorang petugas keamanan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan, sejak empat bulan terakhir gaji mereka belum dibayarkan oleh PT. Hulu Balang Mandiri selaku perusahaan yang bekerja sama dengan RSUD Ryacudu. Dilema soal insentif ini bukan kali pertama yang dialami oleh para pekerja.
“Bukan kali pertama ini macet soal gaji, sudah sering macet pembayarannya. Kadang sebulan, dan kadang sampai tiga bulan macetnya, sedangkan kami banyak kebutuhan untuk rumah tangga termasuk kebutuhan anak sekolah,” ujarnya, Senin (15/9/2025).
Selain gaji tak lancar, besaran gaji para security yang bertugas di RSUD juga jauh di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) sehingga tidak sesuai dengan peraturan pemerintah. UMK di Lampung Utara pada tahun 2025 sebesar Rp2,7 juta, sedangkan gaji yang diterima para security hanya Rp2,2 juta per bulan.
“Gaji yang kami terima itu selaku petugas keamanan awal nya Rp 2,7 juta per bulan, tapi saat ini yang kami terima berkurang, hanya Rp2,2 juta saja,” ungkapnya.
Kondisi serupa ungkapnya, juga menerpa pekerja di bagian kebersihan. Sudah beberapa bulan insentif mereka belum dibayarkan.
Devi selaku manager PT. Hulu Balang Mandiri ketika dikonfirmasi melalui pesan whatsApp, membenarkan terkait keterlambatan gaji para security hingga 4 bulan.
“Ya, kami sedang berupaya untuk mendiskusikan dengan pihak RSUD Ryacudu karena pihak RSUD Ryacudu sudah menunggak dgn perusahaan selama 10 bulan, jadi kami sedang mediasi dengan pihak rumah sakit,” jelas Devi.
Sementara Plt. Direktur Rs. Ryacudu, dr. Holif dikonfirmasi, hingga berita ini ditayangkan belum merespon. (iqbaal/teraskabar)






