Palu, Teraskabar.id – Program Khitanan Untuk Negeri tahun 2025, kali ini menyasar Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah. 70 anak ikut sunatan massal kolaborasi Bakrie Amanah, BRM dan PT Citra Palu Minerals (CPM), dengan pusat pelaksanaan di salah satu gedung Kantor Kelurahan Kawatuna, Selasa (23/12/2025).
Plt. Lurah Kawatuna, Mita Niarsvy Fazela, S.STP., M.M., sangat mengapresiasi sunatan massal yang memberi kepercayaan kepada Kelurahan Kawatuna sebagai pusat pelaksanaan untuk wilayah Kecamatan Mantikulore. Sehingga, kegiatan ini memberi ruang bagi orang tua untuk menyertakan anaknya ikut sunatan massal, sekaligus meringankan beban para orang tua di Kelurahan Kawatuna bisa mengkhitankan anak mereka secara gratis.
Ia berharap, program khitanan massal ini bisa berkesinambungan pelaksanaannya pada tahun tahun mendatang. Karena kegiatan yang mengcover anak anak wilayah ring satu operasional PT CPM ini, masih banyak anak anak dari Kelurahan Kawatuna yang belum tercover.
“Khitanan massal kali ini bukan hanya mengcover anak anak dari wilayah Kawatuna, tapi dari Kecamatan Mantikulore secara umum, peserta sunatan massal ada dari Tondo, Talise, Talise Valangguni, jadi masih ada yang belum sempat mendaftar karena kuotanya hingga 70 anak,” kata Plt Lurah Kawatuna.
70 Anak Ikut Sunatan Massal di Kawatuna
Kepala Divisi Penghimpunan dan Program Kelas Bakrie Amanah, Yuli Wulansari mengatakan, sejak 2010, Bakrie Amanah telah menjalankan Program Khitanan Massal secara rutin, kecuali pada masa Covid-19.
“Tahun 2020 kita off, dan 2022 kita jalan lagi,” ujar Yuli di sel-sela kegiatan sunatan massal.
Untuk Kota Palu, Bakrie Amanah melaksanakan kegiatannya di Kelurahan Kawatuna. Pilihan pelaksanaan di kelurahan Kawatuna, karena pertimbangan dari usulan dari PT CPM sendiri.
“Kita laksanakan di Kawatuna karena lebih pada rekomendasi CPM karena Kawatuna merupakan ring satu area operasional CPM,” ujarnya. “Ketika kita kolaborasi dengan kelompok usaha Bakrie, kita menyerahkan kepada teman-teman kelompok usaha Bakrie untuk menentukan titiknya,” tambahnya.
Tahun ini, pelaksanaan sunatan massal mengambil dua lokasi dan ini kali pertama pelaksanaan di dua titik sekaligus. Yaitu, hari pertama di Kelurahan Kawatuna dan hari berikutnya di Kelurahan Siranindi.
“Hari ini 70 anak sebagai peserta khitanan, dan besok antara 70 hingga 80 anak sehingga total target adalah 150 anak yang biasanya targetnya 100 anak tapi tahun ini kita naikkan 150 anak,” ujarnya.
Bakrie Amanah kolaborasi BRM dan CPM lanjutnya bukan hanya melaksanakan khitanan massal di Kota Palu, khususnya di area operasional PT CPM. Sejumlah kegiatan sosial lainnya kolaborasi kelompok usaha Bakrie adalah bantuan asupan gizi bagi Balita dan anak anak tergolong stunting, bantuan kaki palsu, dan modal usaha bagi kaum difabel.
Sehubungan fokus pelaksanaan kegiatan Difabel hanya berlangsung di Jakarta, maka Bakrie Amanah sebagai lembaga amil zakat, kolaborasi dengan kelompok usaha Bakrie lainnya memfokuskan kegiatan pada khitanan saja.
“Jadi kami intervensi kegiatan sosial seperti khitanan massal ini berdasarkan usulan PT CPM untuk area ring satu operasional PT CPM,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Official PPM- CSR PT CPM, Muhammad Bustam mengatakan, khitanan massal ini merupakan kegiatan rutin PT CPM bekerja sama dengan Bakrie Amanah. Menurutnya, PT CPM bukan hanya hadir pada entitas bisnis, tapi juga hadir dalam kegiatan sosial.
“PT CPM hadir bukan hanya sebagai entitas bisnis tapi merupakan tetangga yang baik untuk tumbuh bersama menuju kesejahteraan,” ujarnya.
Pelaksananaan kegiatan serupa pada tahun sebelumnya di Kelurahan Tanamodindi. Kegiatan sosial inisiasi PT CPM ini, bukan hanya menyasar ring satu area operasional PT CPM, tapi juga menyasar ring dua area operasional perusahaan. (red/teraskabar)








