Palu, Teraskabar.id – DPD KNPI Kota Palu melaksanakan dialog publik bertema Spirit Kebangkitan Nasional Pemuda Kota Palu adalah Tonggak Kebangkitan Generasi Muda Sulawesi Tengah, di Rumah Pemuda Sementara Jalan Padanjakaya, Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatangga Kota Palu.
Dialog publik sebagai bentuk terhadap momen Hari Kebangkitan Nasional tersebut menghadirkan narasumber dari lintas generasi dan tokoh-tokoh berpengaruh di Kota Palu.
Ketua Umum DPD KNPI Kota Palu, Ziad Salehuddin, S.IP saat menyampaikan sambutannya sebelum sesi dialog dilaksanakan mengatakan, Hari Kebangkitan Nasional ini menjadi momentum penting untuk membangun spirit agar kaum milenial mampu bangkit dari zona nyaman untuk bergerak dari keterpurukan di zaman Generasi Z.
“Apakah kaum milenial mau menjemput bola atau menunggu bola,” ujarnya.
Selanjutnya sesi dialog menghadirkan narasumber di antaranya, Wali kota Palu H Hadianto Rasyid, SE diwakili Kesbangpol Kota Palu; Kapolresta Kota Palu Kombes Pol. Barliansyah, S.I.K diwakili Kasat Intelkam AKP Hesky Supit, Owner Radja Penyet Mas Fais, dan Tokoh Pemuda Sulteng Fery Cokroaminoto Dewantoro, S.Fil.I.
Sesi dialog yang dimulai pukul 20.00 Wita, setiap narasumber melontarkan diksi-diksi membangun untuk pemuda.
Owner Radja Penyet Mas Fais misalnya pada dialog publik yang dilaksanakan pada Rabu (24/5/2-23) itu, memberi tantangan kepada KNPI Palu untuk membangun spirit kemandirian bagi generasi muda melalui pemberdayaan di bidang ekonomi. KNPI Kota Palu yang memiliki program KNPI Corner menjadi pintu masuk untuk kolaborasi membangun spirit kemandirian kaum milineal Kota Palu.
“Kami siap kerja sama dengan DPD KNPI Kota Palu dalam realisasi program KNPI Corner di delapan kecamatan,” kata Mas Fais yang telah puluhan tahun menggeluti usaha kuliner di Kota Palu.
Selanjutnya, Fery Cokroaminoto, juga menyentil mengenai eksistensi pemuda di Kota Palu. Sebagai pemuda yang bermukim di ibukota provinsi Sulteng, pemuda Kota Palu harus bisa menjadi patron bagi pemuda yang ada di Sulawesi Tengah.
“Wajib bagi pemuda Kota Palu harus bangkit karena melihat status Kota Palu sebagai ibukota provinsi, maka dari itu besar harapan agar pemuda kota Palu mampu menjadi patron pemuda yang ada di Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Sementara itu, AKP Hesky Supit yang mewakili Kapolresta Palu mengatakan, pemuda saat ini perlu pematangan pemahaman dan wawasan kebangsaan. Hal itu sebagai modal bagi pemuda untuk selalu siap siaga menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI ketika terjadi ancaman invasi.
“Sangat sayang bila pemuda saat ini tidak siap ketika Negara Indonesia diinvansi dari negara luar. Apakah siap untuk mengangkat senjata atau tidak, perlunya pemuda saat ini pematangan wawasan kebangsaan dan keindonesiaan,” ujarnya.
Sebenarnya masih ada pemateri lainnya, yaitu Kepala Kesbangpol Kota Palu yang mewakili Wali Kota Palu Hadianto Rasyid. Namun, hasil koordinasi ketua panitia penyelanggara Syahrul Ramadhan M.ihwan, S.T dengan Kepala Kesbangpol, yang bersangkutan tidak hadir karena kurang sehat.
Sekaitan ketidakhadiran kepala Kesbangpol, KNPI Kota Palu siap menunggu arahan wali kota Palu. (teraskabar)






