Sabtu, 24 Januari 2026

Anggota DPRD Parimo Mengeluh Sering Kekurangan Mamin Setiap Kegiatan

Anggota DPRD Parimo Mengeluh Sering Kekurangan Mamin Setiap Kegiatan
Ilustrasi. Foto: Aswadin/PE

PARIMO, Teraskabar.id – Makan dan minum (Mamin) untuk tamu undangan di setiap kegiatan rapat paripurna dan rapat kerja di DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), diduga dimainkan oleh salah satu bidang yang menanganinya. Anggota DPRD Parimo mengeluh sering kekurangan Mamin pada setiap kegiatan, dampak dari dugaan salah penanganan tersebut.

Padahal, dalam setiap kegiatan alokasi untuk pengadaan makan dan minum itu berjumlah 160 dos.

Sementara, kehadiran anggota DPRD dan tamu undangan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak mencapai ratusan orang. Paling sedikit yang hadir sekitar 50 hingga 80 orang saja, namun sejumlah staf yang bertugas membagikan makanan dan minuman itu, mengatakan persediaan tidak cukup, sehingga sejumlah tamu undangan tidak kebagian.

Anggota DPRD Parimo Mengeluh, Sekawan Turun Tangan

Sekaitan hal itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Hartati menyebut, pihaknya tidak mengetahui pasti berapa jumlah makan dan minum yang tersedia dalam setiap rapat kerja dan paripurna.

“Sekitar 100 dos lebih itu, tapi tamu yang datang juga kadang tidak begitu banyak, jadi kami biasanya bagikan ke tamu yang tidak kebagian,” ujar Hartati.

Menurutnya, Bagian Persidangan yang mengetahui soal alokasi untuk pengadaan makan dan minum tersebut. Namun, persoalan adanya tamu yang tidak kebagian Mamin itu, pernah disampaikan pihaknya kepada penanggungjawab persidangan, dan mereka berjanji akan memperbaiki hal itu.

“Saya sudah sampaikan ke mereka kalau ada memang tidak mencukupi, tolong disiapkan air mineral saja. Sebab mereka itu butuh minum,” ungkapnya.

Ia menambahkan, anggaran makan minum saat ini tidak mencukupi untuk kegiatan rapat kerja dan paripurna dalam setahun. Sehingga, dengan mengurangi jumlah dos makan minum menjadi salah satu solusi.

  Kerusakan Lingkungan di Parimo, Bupati Erwin: Pelaku Tambang Harus Bertanggungjawab

“Nanti saya sampaikan lagi biar dibenahi, memang seharusnya tidak seperti ini. Tamu datang harus diberikan makan minun,” ujarnya. (din/teraskabar.id)