Palu, Teraskabar.id – Sejumlah 60 tunas bahasa ibu telah berkumpul di Kota Palu untuk mengikuti Festival Yunas Bahas Ibu (FTBI) 2023. Mereka didampingi oleh sejumlah guru pendamping dan perwakilan dari dinas masing-masing. Keluarga, kerabat, dan rekan mereka juga turut hadir mengantar hingga ke Kota Palu untuk turut menyaksikan festival tunas bahasa ibu ini.
Kegiatan yang dibuka Gubernur Sulteng diwakili Asisten I Pemerintahan Fahrudin Yambas ini, berlangsung mulai tanggal 13—15 November 2023 di Best Western Palu, dan akan dilanjutkan dengan Kemah Cerpen pada tanggal 15—17 November 2023 di Hotel Palu Golden.
Baca juga: Balai Bahasa Sulteng Gelar Lomba Gunakan Bahasa Daerah di Hari Bahasa Ibu Internasional
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulteng, Dr. Asrif, M.Hum mengatakan, peristiwa malam ini hingga beberapa hari ke depan merupakan Peristiwa Bersejarah bagi Pelestarian Bahasa Daerah di Sulawesi Tengah.
Menurutnya, ini kali pertama dilaksanakan revitalisasi secara serentak di lima kabupaten, juga FTBI dengan menyertakan lima bahasa daerah.
“Tentu saja, festival ini bukan tujuan utama, tetapi pembiasaan atau berkelanjutannya bahasa daerah pada anak-anak muda menjadi tujuan utama pelaksanaan RBD ini,” kata Asrif.
Baca juga: Bahasa Daerah Sedang Sakit, Balai Bahasa Sulteng Gelar Diseminasi Perlindungan Bahasa
Menurut Asrif, selain peserta yang mengikuti FTBI ini, ribuan anak yang tersebar di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Poso, Kabupaten Banggai, dan Kabupaten Banggai Kepulauan telah mengikuti dan menjadi tunas bahasa ibu. Mereka menjadi masa depan bahasa daerah kita. Mereka menjadi tunas bahasa yang akan memastikan keberlanjutan bahasa daerah kita di masa kini, dan akan datang.
Badan Bahasa Kemendikbudristek dan lima pemerintah daerah telah mendampingi ribuan peserta untuk menjadi laskar-laskar pelanjut bahasa daerah kita.
FTBI 2023 Program Unggulan Badan Bahasa
FTBI tahun 2023 merupakan salah satu rangkaian pelaksanaan program Badan Bahasa Kemendikbudristek, yakni “Merdeka Belajar episode ke-13: Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD)”.
Program FTBI merupakan salah satu dari tiga program unggulan Badan Bahasa, yang dua lainnya ialah Literasi Kebahasaan dan Kesastraan dan juga Internasionalisasi Bahasa Indonesia.
Program ini telah berjalan sejak bulan April 2023 yang dimulai dengan rapat koordinasi dengan lima kabupaten pelaksana RBD (Pemkot Palu, Pemkab Donggala, Pemkab Poso, Pemkab Banggai, dan Pemkab Banggai Kepulauan).
Baca juga: Pengutamaan Bahasa Negara, Kepala Balai Bahasa Sulteng Ingatkan Isi Sumpah Pemuda
“Selanjutnya, kami laksanakan penyusunan modul/bahan ajar RBD, bimbingan teknis bagi calon guru master, pelaksanaan pengimbasan kepada guru di daerah, pelaksanaan pembiasaan bahasa daerah, pemantauan dan evaluasi, Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) di tingkat kabupaten/kota, dan FTBI tingkat provinsi yang saat ini akan dimulai,” ujarnya.
Sasaran bahasa pada tahun 2023 ini kata Asrif, adalah bahasa Kaili, bahasa Pamona, bahasa Banggai, dan bahasa Saluan.
Sasaran peserta ialah siswa SD dan siswa SMP yang para siswa itu kami sebut sebagai tunas bahasa Ibu. Pada merekalah, kita mewariskan bahasa daerah kita, untuk melanjutkan masa depan bahasa daerah kita, di masa sekarang dan akan datang.
Revitalisasi bahasa daerah ini dikemas dalam enam peminatan.
Pertama, mendongeng.
Kedua, pidato.
Ketiga, tembang tradisi.
Keempat, penulisan dan pembacaan puisi.
Kelima, penulisan dan pembacaan cerpen.
Keenam, komedi tunggal, yang semuanya itu dalam bahasa daerah. (teraskabar)






