Banggai Laut, Teraskabar.id – Anak Buah Kapal (ABK) bernama Rizal (22) yang sebelumnya dikabarkan lompat ke laut saat hendak buang air besar di Perairan Mbuang-mbuang, Kecamatan Bokan, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah (Sulteng), ditemukan selamat oleh warga Desa Mbuang-mbuang yang sedang mencari gurita pada Rabu (13/12/2023).
“Pada pukul 06.00 Wita air laut surut, salah seorang warga desa Mbuang-mbuang yang sedang mencari gurita melihat korban berjalan di antara Pulau Loiso dan Pulau Monsolonian Desa Mbuang-mbuang dengan jarak dari posko SAR kurang lebih 2.9 NM. Nelayan tersebut kemudian melapor ke tim SAR Gabungan untuk selanjutnya tim SAR gabungan langsung menuju lokasi tersebut,” kata Erdiansyah selaku koordinator Unit Siaga SAR Banggai Laut.
Korban selanjutnya dievakuasi dengan menggunakan perahu nelayan menuju puskesmas terdekat yang ada di desa tersebut.
Kondisi korban saat ditemukan lemas karena selama sepakan, korban tidak makan sama sekali dan hanya meminum air laut.
“Tadi setelah dievakuasi tim kasih air dan dia minum air 3 gelas setelah itu tim tanya-tanya terkait makan dan minum selama satu minggu ini, katanya hanya minum air laut dan tidak makan sama sekali,” sambung Erdiansyah
Dengan ditemukannya korban operasi SAR selesai seluruh unsur gabungan kembali ke kesatuannya masing-masing.
Adapun unsur gabungan terdiri dari Tim Rescue Unit Siaga SAR Banggai Laut, BPBD Balut, Polairud Polda Sulteng, Polairud Polres Bangkep ABK Kapal Pajeko dan masyarakat setempat.
Sebelumnya diberitakan, Tim SAR gabungan melakukan pencarian, Jumat (8/12/2023), terhadap salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Pajeko yang melompat ke laut di perairan Desa Mbuang-mbuang, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Indentitas korban bernama Ikbal (22 ) warga asal Pulau Karanrang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kejadian pada Kamis (7/12/2023), korban pamit untuk buang air besar di darat dan melompat di perairan Desa Mbuang-mbuang Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupatem Banggai Laut. Hingga saat ini korban belum kembali.
“Personil Unit Siaga SAR Banggai Laut saat ini sudah berada di lokasi bersama potensi SAR untuk melakukan pencarian terhadap korban,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Andrias Hendrik Johannes melalui keterangan tertulis, Sabtu (9/12/2023).
Tim SAR gabungan melakukan pencarian di area lokasi kejadian dengan radius 5 NM dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dan perahu milik nelayan.
Selain melakukan pencarian di perairan, tim SAR gabungan juga melakukan pencarian di darat area sekitar pulau tersebut. Pencarian dilakukan hingga pukul 17.00 Wita namun tim SAR gabungan menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Pencarian hari kedua kembali dilanjutkan pada hari ini, Sabtu (9/12/2023). Pencarian dibagi menjadi 2 tim.
Tim 1 melakukan pencarian dengan menggunakan Rigid. Tim 2 melakukan pencarian dengan menggunakan perahu nelayan. (teraskabar)






