Minggu, 25 Januari 2026
Ekbis, Home  

Program PPM IGP Morowali, Implementasi Komitmen PT Vale Dukung Pertambangan Berkelanjutan

Program PPM IGP Morowali, Implementasi Komitmen PT Vale Dukung Pertambangan Berkelanjutan 
Program PSRLB melalui metode SRI Organik PT Vale bagi petani di 13 desa binaan di Kabupaten Morowali di area IGP Morowali. Foto: Humas PT Vale

Morowali, Teraskabar.id – Program pertambangan berkelanjutan menjadi komitmen PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale). Komitmen tersebut di antaranya,  diwujudkan melalui  program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dalam menjalankan program sosial.

Salah satu implementasi program PPM adalah Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) melalui metode System of Rice Intensification (SRI) Organik PT Vale bagi puluhan petani di 13 desa binaan di Kabupaten Morowali di area Indonesia Growth Project (IGP) Morowali.

Sedangkan implementasi komitmen pengembangan talenta lokal agar dapat terserap dalam industri pertambangan di area IGP Morowali dengan beragam peranan. Mulai dari status karyawan organik, pekerja status berbasis kemitraan melalui perusahan lokal, hingga karyawan dari perusahaan kontraktor lokal.

Baca jugaWujudkan Petani Organik Berdaya, IGP Morowali Hadirkan Sekolah Lapang Organik

Director of Mine Project IGP Morowali, Wafir mengatakan, perseroan terus menggenjot fase penyiapan penambangan dan fasilitas pabrik pengolahan, sembari meneruskan kinerja program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Wafir menjelaskan, sejak 2022, PPM PT Vale telah mengimplementasikan Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) melalui metode System of Rice Intensification (SRI) Organik PT Vale atau padi organik, kemudian berkembang ke program pertanian organik lainnya seperti ke komoditas sayur, dan  merambah budidaya tanaman herbal organik.

“Di Morowali, jumlah petani yang terlibat pada tahap awal di tahun 2022 berjumlah 12 orang yang berada di empat desa binaan yakni Desa Kolono, Ululere, Bahomoahi dan Desa Bahomotefe dengan total lahan garap seluas 1,2 hektar (Ha). Kini, tumbuh menjadi 90 petani di 13 desa yang terdiri dari 25 orang petani padi dengan total luasan sawah organik telah mencapai sekitar 6,8 hektar Dari jumlah tersebut panen padi organik juga mencapai rekor 17,6 ribu kilogram,” katanya.

  Direktur CNN Indonesia Desi Anwar Puji Kelestarian Lingkungan PT Vale

Tidak saja pada padi organik, PT Vale mencatat sebanyak  25 orang petani sayur, dan 40 orang petani herbal dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa dengan total panen sayur organik pada tahun 2023 sebanyak  78 kilogram.

PT Vale IGP Morowali Beri Pendampingan Sertifikasi Organik

Program PPM IGP Morowali, Implementasi Komitmen PT Vale Dukung Pertambangan Berkelanjutan 
Program PSRLB melalui metode SRI Organik PT Vale bagi petani di 13 desa binaan di Kabupaten Morowali di area IGP Morowali. Foto: Humas PT Vale

Wafir menuturkan, selain memberikan pendampingan dan peningkatan kapasitas serta pemberian infrastruktur dan prasarana, pihaknya  juga membantu pendampingan perolehan sertifikasi organik, hingga hari ini terdapat 50 persen lahan sawah organik binaan telah mendapat sertifikasi organik dari lembaga INOFICE.

Untuk diketahui, INOFICE adalah lembaga sertifikasi yang telah diverifikasi oleh Otoritas Kompeten Pangan Organik (OKPO) Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada tahun 2007 dan Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada tahun 2008 dengan no LSPO-003-IDN.

Baca juga: Kelompok Tani Organik Binaan PT Vale Ikut Ramaikan Gerakan Pangan Murah Serentak di Morowali

Dengan bertani organik, petani tidak lagi membeli pupuk karena mereka telah diajarkan cara membuat kompos dan MOL yang dapat menekan biaya produksi. Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan kompos juga melimpah di sekeliling yang dapat ditemui dengan mudah seperti hasil kotoran hewan ternak, sisa makanan, dedaunan hijau dan batang pisang.

Selain itu, PPM di bidang pertanian juga memberikan pemasukan dua kali lipat bagi petani dibandingkan saat mereka menerapkan pertanian konvensional. Sarana dan prasarana juga kerap di dukung oleh Perseroan.

“Kami ikut memberi bantuan berupa cultivator, rumah kompos, peralatan untuk penyiangan, pengemasan, dan sebagainya. Untuk sarana kami berinteraksi dan berdialog, serta transfer pengetahuan, kami juga membangun sekolah lapangan di lokasi pertanian yang di gunakan sebagai pusat pembelajaran bagi petani dan pihak manapun yang ingin belajar tentang organik,” tambah Wafir.

  Berita Mossad Sewa Agen Garda Revolusi Bunuh Haniyeh Pengalihan Isu

PT Vale IGP Morowali Targetkan Seluruh Desa Binaan

Program PPM IGP Morowali, Implementasi Komitmen PT Vale Dukung Pertambangan Berkelanjutan 
Program PSRLB melalui metode SRI Organik PT Vale bagi petani di 13 desa binaan di Kabupaten Morowali di area IGP Morowali. Foto: Humas PT Vale

Wafir menyatakan bahwa target program PSRLB di tahun 2025 mendatang, petani organik komoditas padi, sayur, dan budidaya tanaman herbal meningkat hingga 50 persen dan mencakup seluruh desa binaan PT Vale IGP Morowali serta pemasarannya dapat meluas hingga ke minimarket dan supermarket.

Terpisah, Faisal Suma, Ketua Perkumpulan Petani SRI Organik Morowali (Pepsoli) Bungku Timur pun mengakui program pertanian organik ini sangat membantu petani, karena dapat menekan biaya produksi.

Baca jugaPengembangan Rencana Induk PPM PT Vale Blok Sorowako Dapat Dukungan Penuh  dari Pemprov Sulsel

“Sebelum menerapkan metode pertanian organik, kami mengeluarkan biaya produksi yang besar. Namun ketika beralih ke pertanian organik, biaya produksi yang kami keluarkan tidak sebesar sebelumnya. Untuk itu, mewakili para petani organik, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Vale atas Program PSRLB ini,” ungkap Faisal.

PT Vale IGP Morowali Jalankan Program TPS 3R

Program PPM IGP Morowali, Implementasi Komitmen PT Vale Dukung Pertambangan Berkelanjutan 

Selain pertanian yang merupakan salah satu pekerjaan terbanyak di Kabupaten Morowali, PT Vale juga mengalokasikan program sosial dalam bentuk aksi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Sampah. Manajemen sampah yang dilaksanakan tim IGP Morowali dilengkapi dengan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R. Melalui program unggulan TPS 3R ini, IGP Morowali berupaya menginisiasi penerapan ekonomi sirkular, yang bertujuan untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi dengan mempertahankan nilai produk, bahan, dan sumber daya dalam perekonomian selama mungkin sehingga meminimalkan kerusakan sosial dan lingkungan.

TPS 3R merupakan upaya untuk menangani masalah timbunan sampah, yang juga menjadi tantangan terbesar di Kabupaten Morowali. “Kami telah memulai pilot project TPS 3R di desa Onepute Jaya. Berdasarkan sirkulasi 12 hari kerja di lokasi yang bermukim 620 kepala keluarga, kami berhasil memilah 3,3 ton sampah organik, 792 kilogram sampah anorganik, dan 1,1 ton sampah residu. Dari 3,3 ton sampah organik tadi, setengahnya kami dapat berikan nilai tambah karena diolah kembali menjadi kompos, pupuk kompos tersebut saat ini telah termanfaatkan sebagai pupuk di area taman perusahaan dan lahan pertanian desa ” terang Wafir.

  Suzuki New XL7 Hybrid Alpha Kuro Hadir Sebagai Varian Tertinggi

Baca jugaVale Cup 2023  Sukses Digelar di Morowali

Miftah, Ketua Pengelola TPS-3R menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada PT Vale IGP Morowali yang telah mendukung TPS-3R ini melalui program PPM di bidang lingkungan. “Dengan TPS-3R ini, 79 persen sampah yang dihasilkan masyarakat Desa Onepute Jaya dapat kami olah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomis. TPS-3R juga telah menghasilkan pupuk kompos. Sebanyak 3 ton pupuk kompos yang diproduksi telah dibeli oleh pemerintah Desa Onepute Jaya untuk disalurkan kepada kelompok tani dan sebanyak 2 ton pupuk kompos juga dibeli oleh PT Vale IGP Morowali,” ungkap Miftah.

PT Vale IGP Morowali Libatkan Talenta Lokal

Program PPM IGP Morowali, Implementasi Komitmen PT Vale Dukung Pertambangan Berkelanjutan 
Peserta Program PSRLB melalui metode SRI Organik PT Vale bagi petani di 13 desa binaan di Kabupaten Morowali di area IGP Morowali. Foto: Humas PT Vale

Selain pemberdayaan di bidang pertanian dan manajemen sampah, pada aspek profesi yang terkait pertambangan, IGP Morowali juga terus melanjutkan pelibatan talenta lokal.

Baca jugaDukung Sektor Pendidikan, PT Vale IGP Morowali Resmikan Pemanfaatan Gedung PAUD Desa Nambo

“Saat ini, kami telah bekerja dengan 359 talenta lokal asli Morowali. Peranan mereka beragam, dan secara status ada yang menyandang predikat karyawan, pekerja yang sifatnya secondee atau berbasis kemitraan dengan perusahaan lokal, serta mereka yang berstatus karyawan dari perusahaan kontraktor lokal. Bersamaan dengan kebutuhan pekerja, kami juga terus melanjutkan berbagai pelatihan vokasi, untuk mencetak bibit pemuda yang siap mendukung progres proyek kami ke depan,” ujar Wafir. (teraskabar)