Gaza, Teraskabar.id – Pendudukan Israel membunuh lebih dari 100 peneliti dan pekerja di bidang pemberian bantuan kemanusiaan dalam sepekan terakhir ini di Jalur Gaza, Palestina. Mereka menjadi korban pada 8 insiden pembantaian oleh militer penjajah Israel.
Hal itu disampaikan Kantor Media Pemerintah melalui Kepala Biro Media Pemerintah Palestina di Gaza, Usmail Abu Tsawbitha, dikutip dari platform telegram Kementerian Kesehatan Palestina/Gaza, Rabu (20/3/2024).
Baca juga: Penjajah Israel Melakukan 10 Pembantaian 24 Jam Terakhir di Gaza, 88 Syahid dan 135 Luka-Luka
Masih menurut Kantor Media Pemerintah, bahwa militer pendudukan Israel melakukan serangkaian pembantaian yang menyebabkan lebih dari 100 peneliti dan pekerja di bidang pemberian bantuan kemanusiaan meninggal dan puluhan lainnya terluka.
Kantor Media Pemerintah menyebutkan, di balik pembunuhan dan pembantaian terhadap peneliti dan pekerja bantuan kemanusiaan, militer pendudukan Israel bertujuan untuk membuat kondisi warga tetap mengalami kelaparan, bahkan bertekad untuk memperparah kondisi tersebut dalam skala yang lebih luas. Meskipun terdapat peringatan dari organisasi dan lembaga internasional mengenai dampak berbahaya dari tindakan tersebut.
Baca juga: Direktur Komite Darurat Syahid Dibom Tentara Israel
Selain itu, militer pendudukan Israel juga bertujuan untuk semakin memperburuk kondisi keamanan di Jalur Gaza menyusul terjadinya kekosongan administrative. Namun hal ini gagal total seiring dengan persepsi dan kesadaran masyarakat akan rencana militer pendudukan.
“Kami menyerukan kepada organisasi-organisasi dan badan-badan internasional serta negara-negara di dunia bebas untuk mengutuk kejahatan-kejahatan pendudukan yang terjadi berturut-turut. Kami juga menyerukan kepada mereka untuk memberikan tekanan pada militer pendudukan untuk menghentikan perang genosida, menghentikan perang kelaparan , dan menghentikan pembantaian terhadap rakyat Palestina, warga sipil, anak-anak dan Perempuan,” tulis Kantor Media Pemerintah. (teraskabar)






