Minggu, 25 Januari 2026

Pasukan Pendudukan Israel Menyerbu Kota Qabatiya

Pasukan Pendudukan Israel Menyerbu Kota Qabatiya

Palestina, Teraskabar.idPasukan pendudukan Israel menyerbu kota Qabatiya, selatan Jenin, dan konfrontasi bersenjata serta bentrokan pun terjadi.

Sumber medis melaporkan bahwa anak Moatasem Nabil Abu Abed (13 tahun) tewas dan seorang pemuda terluka parah, setelah mereka terkena peluru pendudukan di Qabatiya.

Pasukan militer pendudukan dalam jumlah besar menyerbu kota Qabatiya, kemudian ke beberapa wilayah lalu menduduki wilayah Al-Zakarna dan sekitar wilayah Al-Hisbah. Tentara pendudukan juga menyerbu beberapa rumah dan mengerahkan penembak jitu di beberapa bangunan dan rumah di tengah konfrontasi yang penuh kekerasan.

Penyerbuan tersebut didahului dengan penyusupan pasukan khusus dari tentara pendudukan dengan kendaraan berplat nomor Palestina ke Qabatiya.

Konfrontasi dan bentrokan bersenjata terjadi di beberapa daerah ketika pejuang perlawanan menghadapi pasukan pendudukan Israel yang menyerbu kota tersebut.

Para pemuda perlawanan membalas serangan tentara pendudukan dengan alat peledak di sejumlah daerah di kota Qabatiya, dan pejuang perlawanan juga menargetkan pasukan pendudukan dengan granat tangan rakitan.

Dalam konfrontasi tersebut, pasukan pendudukan menembak dua pemuda, salah satunya mengalami luka serius, dan menangkap Samer Zakarneh, putra Muhammad setelah menggerebek rumahnya.

Tentara pendudukan juga menggerebek rumah warga bernama Sami Zakarneh, Alaa Al-Hathnawi, dan Muhammad Nazzal. Selama penggeledahan, tentara pendudukan menghancurkan seluruh prabotan rumah milik warga tersebut.

Pasukan pendudukan juga menahan ambulans dan mencegah mereka memasuki kota untuk mengangkut korban luka.

Bentrokan Tubas

Di Tubas, pasukan pendudukan Israel menyerbu kota Tubas di bagian utara Tepi Barat, dan mengepung sebuah rumah di tengah bentrokan yang terjadi dengan pejuang perlawanan.

Pasukan khusus dari tentara pendudukan menyusup ke Tubas dari pintu masuk bagian timur dan mengepung sebuah rumah.  Sementara pasukan pendudukan mengirimkan bala bantuan militer dari pos pemeriksaan militer Tayaseer.

  Tahapan Produksi Surat Suara, Bawaslu Sulteng Lakukan Pengawasan Melekat

Bulan Sabit Merah di Tubas mengatakan bahwa dua personelnya mengalami luka luka akibat terkena peluru tajam di bagian vital tubuhnya saat penyerbuan tersebut, dan keduanya segera diecakuasi ke rumah sakit.

Para pejuang perlawanan menghadapi penyerbuan pasukan pendudukan di Tubas, menghujani pasukan pendudukan dan kendaraan mereka dengan peluru, dan terlibat dalam bentrokan bersenjata.

Sementara itu, pasukan pendudukan melakukan penangkapan di kota Tubas dan menangkap Aws Abu Shamla, Saeed Nasser Daraghmeh, dan Ali Al-Erian yang terluka.

Pasukan pendudukan menghancurkan isi rumah tahanan Ali Al-Erian setelah menyerbunya.

Dua warga Palestina terluka akibat peluru tajam dari pasukan pendudukan di Tubas, sementara pasukan pendudukan menyerang sejumlah warga di dekat rumah yang terkepung.

Begitupula kontak tembak terjadi di desa Tayasir, sebelah timur Tubas, saat pasukan pendudukan mundur dari kota Tubas menuju pos pemeriksaan militer Tayasir.

Penggerebekan di berbagai wilayah Tepi Barat juga berlangsung mulai kemarin malam hingga subuh hari ini, Sabtu (30/3/2024), di mana seorang anak syahid dalam penyerbuan kota Qabatiya di Jenin, di tengah pecahnya bentrokan dan konfrontasi.

Di Qalqilya, para pemuda menyerang pasukan pendudukan di pintu masuk kota Azzun, sebelah timur Qalqilya menggunakan  senjata rakitan, saat fajar hari ini, Sabtu (30/3/2024).