Minggu, 25 Januari 2026

Rangkaian Pembersihan Etnis, Pemukim Yahudi Menyerang Warga Palestina di Enam Desa di Tepi Barat

Rangkaian Pembersihan Etnis, Pemukim Yahudi Menyerang Warga Palestina di Enam Desa di Tepi Barat
Orang-orang yang terluka menerima perawatan setelah terluka dalam serangan pemukim di desa Duma, selatan Nablus, Tepi Barat. Foto: Istimewa

Ramallah, Teraskabar.id –  Serangan pemukim Yahudi terhadap warga sipil Palestina kembali terjadi pada Sabtu (13/4/2024). Dilaporkan, lebih dari 6 desa Palestina di Tepi Barat yang diduduki tentara Israel diserang oleh kelompok pemukim Yahudi.

Serangan kelompok pemukim Yahudi tersebut dengan melepaskan tembakan dan membakar milik warga sipil Palestina dan para pemukim mendapat perlindungan dari militer penjajah Israel.

Sumber pers dan medis melaporkan bahwa seorang pemuda terluka parah akibat terkena peluru yang ditembakkan oleh para pemukim di desa Al-Mughayir, timur laut Ramallah.  Sementara kelompok pemukim Yahudi dengan perlindungan pasukan pendudukan Israel, terus menutup akses menuju ke  desa-desa Palestina di utara kota Ramallah di Tepi Barat.

Baca jugaTiga Warga Israel Luka Parah Ditikam Dua Pemuda di Wilayah Pemukiman Gani Yavne, Selatan Palestina

Menurut sumber tersebut, milisi pemukim Yahudi membakar kendaraan warga sipil Palestina saat menyerang Desa Al-Mughayir

Bulan Sabit Merah mengatakan bahwa mereka sedang menangani luka tembak di punggung korban warga desa  Al-Mughayir dan sedang dilarikan ke rumah sakit. Sehingga jumlah korban luka akibat terkena peluru tajam di Desa Al-Mughayir sejak Sabtu pagi menjadi 3 orang, salah satu korban di antaranya mengalami luka serius karena terkena peluru tajam di leher.

Di desa Duma, sebelah timur Nablus, Bulan Sabit Merah melaporkan bahwa 5 warga Palestina terluka dalam serangan pemukim Yahudi di desa tersebut.  Sementara tentara pendudukan Israel mencegah kru ambulans memasuki desa selama lebih dari 3 jam.

Seorang koresponden Jaringan Quds melaporkan bahwa kepulan asap membubung dari desa Duma, sebelah timur Nablus, selama serangan yang dilakukan oleh milisi pemukim Yahudi dan pasukan pendudukan Israel.

Sumber-sumber Ibrani melaporkan bahwa para pemukim Yahudi diserang dengan bom molotov sementara penduduk desa Duma menghadang para pemukim Yahudi dan kelompok pejuang perlawanan rakyat sipil Palestina melepaskan tembakan di pos pemeriksaan Huwwara, di selatan Nablus.

  Dukung Penerbangan Internasional, Mutiara Sis Al-Jufri Butuh Pembebasan Lahan 3,6 Hektare

Baca jugaPasukan Pendudukan Israel Menangkap Sejumlah Pemuda di Tepi Barat

Di Beitin, sebelah timur Ramallah, seorang anak terluka pada Sabtu sore (13/4/2024), akibat terkena peluru yang lepaskan oleh para pemukim Yahudi di pintu masuk desa Beitin, sebelah timur Ramallah.

Bulan Sabit Merah melaporkan bahwa seorang anak berusia 14 tahun terluka oleh peluru tajam dan dibawa ke rumah sakit.

Menurut saksi mata, sejumlah pemukim menembakkan peluru tajam ke arah rumah warga Palestina di dekat pintu masuk desa, yang mengakibatkan anak tersebut terluka akibat terkena peluru tajam di kaki.

Konfrontasi dengan batu terjadi antara pemuda dan milisi pemukim Yahudi di pintu masuk desa.

Sumber lokal mengatakan bahwa milisi pemukim Yahudi menembaki kendaraan di dekat jalan Al-Ma’rajat antara Ramallah dan Jericho.

Sementara itu, pihak pendudukan Israel mengumumkan telah menemukan jenazah pemukim yang hilang jejaknya sejak Jumat sore (12/4/2024), antara desa Al-Mughayir dan Duma, dan akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui latar belakang kejadian tersebut.

Pembersihan Etnis Warga Palestina di Tepi Barat

Terpisah, Sekretaris Jenderal Gerakan Perlawanan Nasional, Mustafa Barghouti, mengatakan bahwa serangan pemukim bukanlah suatu kebetulan namun telah direncanakan secara sistematis dan terorganisir, di mana para pemukim mencari alasan untuk melancarkan serangan tersebut, yang tujuan sebenarnya adalah pembersihan etnis rakyat Palestina, tidak hanya di Gaza tetapi juga di Tepi Barat.

Al-Barghouthi menambahkan dalam pernyataan khusus kepada Jaringan Quds bahwa serangan yang dilakukan para pemukim Yahudi mengingatkan  pada perilaku geng Zionis pada tahun 1948, seperti Haganah dan lainnya. Sehingga, menurut Al-Bargjouthi, saat ini respon terhadap para pemukim Yahudi harus dihadapi melalui persatuan dari seluruh elemen rakyat Palestina.

Baca jugaTidak Ada Konsensus Pembentukan Negara Palestina di Dewan Keamanan PBB

  Rektor Unismuh Palu: Tak Menyangka Mampu Membangun Fakultas Kedokteran

Barghouti menekankan bahwa komite rakyat harus dibentuk untuk melindungi dan menghadapi serangan pemukim, namun pada tingkat politik, apa yang terjadi membuktikan bahwa agresi tersebut tidak hanya terhadap Gaza, namun juga terhadap Tepi Barat.

Ditegaskannya, siapapun yang mengira yang terjadi selama ini hanyalah perang di Jalur Gaza adalah persepsi keliru.  Karena serangan Israel bersifat menyeluruh terhadap seluruh rakyat Palestina.

Oleh karena itu yang diperlukan saat ini dan sesegera mungkin  adalah pembentukan kepemimpinan nasional yang bersatu dan  mengesampingkan perbedaan internal, serta menyepakati pendekatan nasional secara bersama untuk memerangi dan melawan kejahatan Israel. Dan, harus ada kepemimpinan yang bersatu yang mencakup semua elemen dalam program perjuangan perlawanan nasional. (teraskabar)