Palu, Teraskabar.id – Tiga orang anak di bawah umur yang orangtuanya terlilit kasus hukum tindak pidana korupsi di salah satu kabupaten di Sulawesi Tengah (Sulteng) memperoleh perhatian dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tengah.
Bentuk perhatian tersebut berupa donasi sosial yang disalurkan melalui PWI Peduli dari urunan para wartawan di organisasi tersebut. Bantuan tersebut diserahkan Tim PWI Peduli dan diterima langsung oleh F (20), kakak sulung ketiga anak tersebut, Selasa (4/6/2024), di RSUD Undata, Jalan RE Martadinata, Kota Palu.
Baca juga: Istri Gubernur Sulteng Gratiskan BPJS dan Pendidikan Tiga Anak Sakit karena Orangtuanya Dipenjara
“Ini kami ada bantuan, semoga sedikit membantu hasil donasi dari kawan-kawan PWI. Jangan lihat nilainya, semoga dapat memberikan manfaat,” kata Sekretaris Umum PWI Sulteng, Temu Sutrisno saat menyerahkan donasi itu kepada F.
Saat penyaluran donasi sosial itu, Direktur RSUD Undata Palu, dr. Herry Mulyadi turut membersamai PWI Peduli dalam menyalurkan bantuan itu.
Usai melakukan penyerahan donasi tersebut, PWI Peduli langsung bertolak ke kantor Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Perwakilan Sulteng untuk melakukan audiensi tentang kondisi anak-anak itu.
Baca juga: Audensi PWI Sulteng, Gubernur Rusdy: Kawal Daerah Ini!
“Kita kesampingkan soal kasus hukum orangtuanya. Kita coba melihat sisi kemanusiaannya, di mana anak-anak ini perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak,” kata Wakil Ketua Bidang Hukum PWI Sulteng, Udin Salim.
Direktur RSUD Undata Palu, dr Herry Mulyadi, mengatakan, pihaknya akan berusaha maksimal mendampingi ketiga anak itu selama dilakukan perawatan di RSUD Undata Palu, dari aspek perawatan hingga ke psikologis. dr Herry mengaku turut prihatin dan mengajak semua pihak untuk membantu mencari solusi atas kondisi yang dialami anak-anak itu.
Baca juga: Bupati Touna Salurkan Donasi untuk Palestina melalui Lazismu
“Kami berupaya memberikan untuk perlakuan khusus, kalau ada ruangan khusus yang lebih bagus kita akan pindahkan. Saya juga mengajak kepada pihak-pihak lain untuk bergerak, ini masalah kemanusiaan. Kita bisa lihat apa akar permasalahannya, ini tiga orang, bisa saja tertekan secara psikologis,” katanya. (***/teraskabar)






