Sabtu, 24 Januari 2026

Puluhan Warga Duduki Kantor Desa Laroue Morowali, Tolak Kehadiran Perusahaan Batu Gamping

Puluhan Warga Duduki Kantor Desa Laroue Morowali, Tolak Kehadiran Perusahaan Batu Gamping
Warga menginap di kantor desa Laroue buntut aksi penolakan kehadiran PT DANMAR, perusahaan batu gamping di desa setempat. Foto: Istimewa

Morowali, Teraskabar.id – Puluhan warga Desa Laroue, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) menduduki kantor desa setempat.

Salah seorang warga, Abdul Samad mengatakan, tercatat sudah dua malam, tepatnya sejak Kamis malam (19/9/2024) hingga Jumat malam (20/9/2024), puluhan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Desa Laroue menginap di kantor desa.

Baca jugaMaju Pilkada 2024, Rachmansyah Ismail Ingin Mewakafkan Dirinya untuk Morowali

Mereka menduduki kantor desa setempat sebagai bentuk kekecewaan masyarakat akibat pembatalan musyawarah desa terkait rencana operasional perusahaan PT. DENMAR yang tidak pernah disosialisasikan ke masyarakat.

Puluhan Warga Duduki Kantor Desa Laroue Morowali, Tolak Kehadiran Perusahaan Batu Gamping
Warga menginap di kantor desa Laroue buntut aksi penolakan kehadiran PT DANMAR, perusahaan batu gamping di desa setempat. Foto: Istimewa

“Warga akan tetap menduduki kantor Desa Laroue dengan waktu yang tidak ditentukan hingga mendapat penjelasan dari pemerintah desa,” kata Samad dihubungi dari Kota Palu, Jumat malam (20/9/2024.

Baca juga: Gubernur Rusdy Mastura Menyapa Kades se-Sulteng, Paparkan Prestasi dan Program Unggulan

Adapun musyawarah desa yang maksud sebagai tindak lanjut dari mediasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Sulteng yang memerintahkan pemerintah desa (Pemdes) bersama BPD Desa Laroue agar melaksanakan musyawarah di Desa Laroue.

Berdasarkan hasil koordinasi BPD dan Pemdes Desa Laroue disepakati bahwa akan dilaksanakan musyawarah antara hari Rabu atau Kamis, 18 atau 19 September 2024. Namun ternyata dibatalkan oleh kepala desa sesuai surat yang disampaikan kepada BPD desa Laroue pada Kamis malam (19/9/2024).

Terkait pembatalan musyawarah ini, oleh masyarakat datang ke kantor desa dengan maksud menanyakan perihal alasan pembatalannya.

Baca jugaKetua KI Optimistis IKIP Sulteng 2023 Meningkat

“Tapi sejak hari Kamis sampai sekarang, kepala desa tidak berada di kantor desa dan masyarakat juga tidak tau di mana keberadaan kepala desa. Sehingga berujung aksi didudukinya kantor desa sejak hari Kamis sampai saat ini,” ujar Samad.

  IMIP Manfaatkan Slag Nikel Jadi Batako dan Paving Berkualitas Tinggi

Ia menambahkan, Forum Masyarakat Desa Laroue pada intinya tegas menolak kehadiran perusahaan tambang batu gamping PT. DENMAR. (red/teraskabar)