Donggala, Teraskabar.id– Timpengabdian dari Universitas Tadulako (UNTAD) telah melaksanakan kegiatan pelatihan pemanfaatan daun kelapa sebagai biosorben ion logam berat dalam rangka menumbuhkan minat meneliti siswa SMA di SMAN 1 Sindue Kabupaten Donggala, Pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2024 ini diikuti oleh sekitar 31siswa-siswi SMAN 1 Sindue.
Tim pengabdian terdiri dari Dr. Husain Sosidi, Dr. Dwi Juli Puspitasari, Dr. Mohammad Mirzan, Prismawiryanti, S.Si., M.Si, dari Fakultas MIPA Universitas Tadulako.

SMAN 1 Sindue adalah salah satu sekolah negeri dengan akreditasi A di Kabupaten Donggala. Sekolah dengan akreditasi A menandakan bahwa kualitas lulusan telah memiliki ketrampilan abad 21 yaitu berpikir kritis, kreatif, inovatif dan memecahkan masalah di kehidupan sehari-hari. Kemampuan berpikir kritis siswa dapat dicapai salah satunya dengan mengembangkan minat siswa dalam meneliti. Berbagai tema penelitian dapat dilakukan siswa, misalnya berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam yang ada disekitarnya, salah satunya pohon kelapa.

Kabupaten Donggala merupakan daerah pertanian. Kecamatan Sindue mermiliki lahan kelapa yang terluas ke empat di kabupaten Donggala dengan luas sebesar 6624 Ha. Bagian dari tanaman kelapa memiliki manfaat baik dalam bentuk segar maupun limbahnya. Daun kelapa selain digunakan sebagai bahan kulit ketupat juga dapat digunakan sebagai biosorben untuk menyerap ion logam berat yang ada di lingkungan.

Dalam pelatihan ini, Dr. Husain Sosidi menjelaskan materi tentang pembelajaran berbasis inquiry learning dengan menggunakan kelapa sebagai sumber belajar serta menjelaskan metode penelitian. Materi ini bertujuan untuk menumbuhkan dan memupuk minat meneliti bagi siswa SMA, khususnya siswa SMAN 1 Sindue. Ketrampilan siswa dalam meneliti dapat menumbuhkan sikap kritis, kemampuan analisis, kreatif dan memiliki daya nalar yang tinggi sehingga dapat memecahkan masalah disekitarnya.
Dr. Mohammad Mirzan memandu tahapan pembuatan biosorbent daun kelapa dan analisis data AAS, selama berlangsungnya pelatihan siswa-siswi didampingi oleh pemateri lainyya yaitu Dr. Dwi Juli Puspitasari dan Prismawiryanti, S.Si., M.Si.

Secara keseluruhan kegiatan pengabdian di SMAN 1 Sindue ini memberikan dampak positif meningkatnya minat siswa dalam melakukan penelitian dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah sebagi objek penelitian. Adanya kegiatan pengabdian ini melatih siswa dapat berpikir kritis dan dapat memecahkan masalah dalam kehidupan sehari hari. (***/red/teraskabar)






