Palu, Teraskabar.id – Calon Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menyebutkan, dari 53 program kerja Pemerintah Kota (Pemkot) Palu periode sebelumnya, telah terealisasi kurang lebih mencapai 87 persen.
“Dari 53 program, yang sudah dilaksanakan sekitar 87 persen,” kata Hadianto saat bertemu warga di Jalan Sungai Malei, Lorong Bhakti, Kelurahan Ujuna, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Ahad sore (27/10/2024).
Namun, Hadianto mengaku bahwa sebanyak 87 persen ini tidak juga berbanding lurus dengan ukuran pencapaian dari berbagai pandangan, baik kualitas maupun kuantitas.
Baca juga: Kagum pada Sosok Hadianto, Gen-Z Masih Berharap Petahana Pimpin Kota Palu
“Karena untuk mengukur hasil kerja itu bisa berdasarkan kuantitas dan kualitas. Tentunya capaian ini dapat berjalan dengan optimal berkat sinergi masyarakat,” ujar Hadianto.
Selain memaparkan program kerja, Hadianto Rasyid juga menjelaskan soal pusat layanan sosial. Hal tersebut merupakan wadah pelayanan yang dibentuk Pemkot Palu.
Baca juga: Hadianto Rasyid Jadi Khatib Salat Jumat di Masjid At Taqwa Uewentumbu Kawatuna
“Ini adalah sistem untuk memberikan kemudahan pelayanan satu pintu kepada masyarakat Kota Palu, dalam hal yang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Di antaranya, pendataan penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), penerima Raskin, UMKM, BPJS Kesehatan gratis, hingga klaim jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek).
Baca juga: Hadianto Rasyid, Wali Kota Palu yang Menyiapkan Waktu bagi Warganya Setiap Hari Usai Salat Subuh
“Semuanya itu akan masuk dalam layanan sosial terpadu. Sehingga masyarakat tidak kesulitan dalam pengurusan administrasi. Ini kita lakukan agar supaya masyarakat lebih mudah,” katanya.
Adapula program pelatihan peningkatan keterampilan UMKM dan beasiswa pendidikan. Ia berjanji akan lebih mempermudah pelayanan kepada masyarakat melalui layanan sosial terpadu. (red/teraskabar)






