Minggu, 25 Januari 2026
Home, News  

Direktur PT CNE Angkat Suara Soal Mangkraknya Pembangunan Mall Tatura Palu

Direktur PT CNE Angkat Suara Soal Mangkraknya Pembangunan Mall Tatura Palu
Komisi B DPRD Kota Palu menggelar RDP menghadirkan Direktur PT CNE Memet Sandiri dan pihak Perumda, Kamis (8/11/2024). Foto: Teraskabar.id

Palu, Teraskabar.id – Direktur PT Citra Nuansa Elok (PT CNE), Muhammad S Laanto angkat suara mengenai mangkraknya pembangunan kembali Mall Tatura pasca-bencana Pasigala 28 September 2018.

Memet panggilan akrabnya, selaku pihak pengelola Mall Tatura memilih diam selama ini di tengah polemik pembangunan kembali pusat bisnis kebanggaan warga kota Palu ini.

Momentum Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang difasilitasi Komisi B DPRD Kota Palu, Kamis (8/11/2024), menjadi momentum bagi Memet untuk mengungkap secara gamblang polemik pembangunan kembali Mall Tatura.

Saat  RDP yang dipimpin Ketua Komisi B, Rusman Ramli dan dihadiri anggota Komisi B di antaranya, Muslimun, Sultan, Nasir Dg Gani, dan beberapa anggota komisi B lainnya, Memet mengawali penjelasannya mengenai rencana pembangunan kembali Mall Tatura pasca-bencana 28 September 2018.

Menurutnya, pembangunan kembali Mall Tatura, sebenarnya bentuk komitmen dari direksi pada tahun 2019 pasca-bencana.

Saat itu, ketika PT CNE diundang oleh DPRD dan saat itu RDP gabungan yang dihadiri seluruh komisi di DPRD Kota Palu, DPRD mengusulkan agar Pemkot Palu membiaya sepenuhnya Pembangunan Kembali Mall Tatura.

Namun saat itu kata Memet, ia menyampaikan agar pembangunan kembali Mall Tatura, agar tidak menyusahkan lagi Pemkot Palu. Sebab, Pemkot akan kesulitan jika harus menalangi sepenuhnya pembangunan kembali Mall Tatura.

Sehingga, ia menawarkan solusi tanpa menyusahkan pihak Pemkot yaitu melalui skema bermitra dengan pihak perbankan, atau dengan investor.

“Dan itulah langkah-langkah yang kita lakukan selama ini melalui lobi lobi sejak tahun 2019,” ujarnya.

Upaya membangun kembali Mall Tatura menemui titik terang. Pada awal 2021, PT CNE menemukan investor yang bersedia membiayai pembangunan Mall Tatura yaitu RGD atau Restu Graha Dana. Bahkan, pada 21 Juni 2021, antara PT CNE dan RGD telah menandatangani nota kesepahaman di hadapan notaris. Skema perjanjian berupa kepemilikan saham RGD selama 15 tahun dan akan diserahkan kembali sepenuhnya ke Pemkot Palu selaku pemilik saham mayoritas, jika jangka waktu tersebut sudah terpenuhi.

  Penghargaan ESG Sustainability Ratings 2025, Program GoZero Telkom Raih Peringkat A

Bentuk keseriusan RGD dibuktikan dengan kedatangan mereka ke Kota Palu, tiga hari setelah penandatangan MoU, tepatnya pada tanggal 24 Juni 2021. Mereka ke Kota Palu untuk melihat langsung proses pembangunan awal Mall Tatura.

Setelah melihat proses awal pembangunan kembali Mall Tatura di Lokasi pembangunan, pihak RGD bertemu dengan Wali Kota Palu dalam suatu agenda pertemuan bertempat di Pantoloan.

“Saat itu respon pak Wali Kota sangat bagus,” kata Memet.

Dalam perjalanannya, investor kemudian menarik diri karena perbedaan skema investasi. Pihak RGD berkeinginan melalui investasi saham, sementara Pemkot menginginkan melalui skema investasi BOT atau pengelolaan. “Kalau melalui saham, kita tidak berutang, bisa langsung deviden,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara persentase saham bila masuk modal besar, saham kepemilikan Pemkot yang awalnya sebagai mayoritas, akan tergerus dan menjadi minoritas. Tetapi nilai saham itu tidak berkurang.

Mundurnya RGD tidak membuat PT CNE patah arang untuk membangun kembali Mall Tatura. PT CNE terus berpaya melobi sejumlah investor yang berminat menanamkan modalnya dalam Pembangunan Mall Tatura. Sehingga, pada tanggal 15 September 2022, Nurdin Halid Group mengundang pihak PT CNE untuk membicarakan rencana investasi Mall Tatura.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Palu membuka diri kepada investor untuk menanamkan modalnya pada pembangunan kembali Mall Tatura. (red/teraskabar)