Minggu, 25 Januari 2026
Home, News  

The Miracle of Alquran, Mengungkap Pengalaman Spritual Guru Besar Manajemen Prof Wahyuningsih Pelajari Alquran

The Miracle of Alquran, Mengungkap Pengalaman Spritual Guru Besar Manajemen Prof Wahyuningsih Pelajari Alquran
Prof. Wahyuningsih, SE.,M.Sc.,Ph.D memaparkan buku The Miracle of Alquran saat peluncuran dan bedah buku karya Guru Besar Manajemen FEB Untad ini, Senin (17/3/2025), di Aula BRIDA Sulteng, Jalan Garuda, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu.

Palu, Teraskabar.id – Sebagai seorang guru besar Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad), Goal (Tujuan) menjadi patokan dalam melakukan sesuatu.

“Membentuk organisasi misalnya, apa goalnya (tujuannya), begitu pula membentuk yayasan, tentu dari tinjauan ilmu manajemen, goal nya pasti yang terlebih dahulu ditanyakan,” kata Prof. Wahyuningsih, SE.,M.Sc.,Ph.D mengawali paparannya saat peluncuran dan bedah buku The Miracle of Alquran, Senin (17/3/2025), di Aula BRIDA Sulteng, Jalan Garuda, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu.

Peluncuran buku yang secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin itu, Prof Wahyuningsih menganalogikan secara sederhana Goal sebagian besar dalam menimba ilmu, adalah menjadi ASN. Sekitar 20 tahun waktu dihabiskan hanya untuk mengejar Goal tersebut, di mana saat goal tersebut tercapai, memiliki batas waktu pengabdian.

“Bila kita jadi PNS, paling banter 60 tahun sudah pensiun,” ujarnya.

Lantas bagaimana dengan goal untuk kehidupan akhirat yang tak berujung batas akhirnya. Apakah dalam kamus hidup kita sudah menjadikan prioritas.

Prof Wahyuningsih yang merupakan guru besar Manajemen di FEB Untad ini mengupas tuntas soal Goal menjemput nikmat ilahi sebelum ajal menjemput, dalam satu karya monumental buku berjudul “The Miracle of Alquran”.

Buku The Miracle of Alquran ini mengupas keajaiban-keajaiban dalam mempelajari Alquran, sekaligus sejumlah pengalaman spritual yang dialami oleh penulis selama mempelajari dan mendalami Alquran.

Dalam peluncuran buku itu, penulis mengungkapkan jika nikmat rejeki terbaik, termulia, terindah di muka bumi ini itu adalah mempelajari Alquran.

“Jabatan, mobil, dan rumah itu mah recehan tidak ada artinya, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan mempelajari Alquran, termasuk melebihi kenikmatan keliling Eropa,” kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad) Palu ini.

  HMTL Untad Gugah Kepedulian Generasi Muda Menjaga Kelestarian Lingkungan

Prof. Wahyuningsih menegaskan, bahwa Alquran jangan hanya sekadar dibaca tapi harus dipelajari dan diamalkan. Negara-negara maju banyak yang telah mengamalkan Alquran, baik itu persoalan tepat waktu maupun pada persoalan kebersihan.

“Indonesia belum maju, karena masih banyak yang belum mengamalkan Alquran,” sebut Prof. Wahyuningsih.

Alquran sebutnya, diturunkan di bulan Ramadan dengan berbagai mukjizat, sehingga puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus namun juga tentang Alquran. 

Di dalam buku The Miracle of Al Quran ini juga menguraikan tentang Alquran itu adalah solusi semua persoalan hidup.

“Alquran itu adalah obat anti galau, makanya harus sabar, salat, syukur, dan sedekah. Tapi tidak sampai di situ, harus juga diikuti dengan usaha atau ikhtiar,” ujarnya saat menjelaskan tentang isi bukunya.

Katanya, terdapat 17 juta remaja Indonesia memiliki masalah mental karena memisahkan agama dengan kehidupan sehari-hari. “Di dalam buku ini telah menguraikan dan menjelaskan tentang Alquran itu adalah solusi semua persoalan hidup,” jelasnya.

Peluncuran buku ini juga telah menjadi momen spesial, karena tidak hanya memperkenalkan isi buku, tetapi juga menghadirkan sesi diskusi dan tausyiah untuk menumbuhkan kesadaran serta kecintaan terhadap Alquran. (red/teraskabar)