Lampung Selatan, Teraskabar.id– Pemerintah Desa Bangun Rejo, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus), Jumat (16/5/2025), untuk mensosialisasikan pembentukan Koperasi Merah Putih beserta susunan pengurusnya.
Pembentukan Koperasi Merah Putih bersama dengan susunan pengurusnya, serta usaha yang dijalankan koperasi tersebut berlangsung Balai Desa Bangun Rejo, Jumat (16/5/2025).
Adapun susunan pengurus Koperasi Merah Putih Bangun Rejo periode 2025-2028 adalah;
Ketua : Eko Arifin
Wakil Ketua Bidang Usaha : Musliman
Wakil Ketua Bidang Anggota: Panji
Sekretaris : Merinda Midania
Bendahara : Nyoman Budiane
Susunan Pengawas Koperasi Desa Merah Putih Bangun Rejo
Ketua : Rohgiyanto
Anggota : I Wayan Adinata
Anggota : Nurmawan
Pada kegiatan ini juga ditetapkan unit usaha yang dijalankan Koperasi Merah Putih Bangun Rejo, yaitu;
Kantor Koprasi, Kios Sembako, Simpan Pinjam, Klinik Desa, Gerai Obat Murah/Apotik Desa, Unit Pendingin, serta Unit Logistik
Kegiatan ini dihadiri Camat dan Sekertaris Camat Ketapang, perwakilan pendamping desa, Babinkamtibmas, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta sejumlah tokoh masyarakat dan warga desa.
Kepala Desa Bangun Rejo, Rohgiyanto, dalam sambutannya, menegaskan pentingnya pembentukan koperasi sebagai wadah ekonomi kerakyatan yang demokratis dan berkelanjutan.
“Koperasi ini kita bentuk bukan hanya sebagai bentuk kelembagaan ekonomi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat solidaritas sosial dan mendorong kemandirian desa,” ujar Rohgiyanto di hadapan peserta musyawarah.
Camat Ketapang yang turut hadir dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi terhadap inisiatif desa yang dianggap sebagai langkah progresif dalam menghadapi tantangan ekonomi pasca pandemi dan fluktuasi harga bahan pokok.
Pembentukan Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang transparan, inklusif, dan adaptif terhadap dinamika pasar. Dengan sinergi antara pemerintah desa dan warga, Sumur Kumbang berambisi menjadi desa percontohan dalam pengembangan ekonomi berbasis komunitas di wilayah Lampung Selatan. (Nzr/teraskabar)






