Jakarta, Teraskabar.id – Lembaga YPSP secara resmi melaporkan tentang Situasi Kemanusiaan di Gaza sebagaimana rilis yang diterima media ini, Sabtu (24/5/2025).
Melalui Ketua YPSP Ahed Abo Al-Atta mnyebutkan, bahwa kelaparan berlanjut di Jalur Gaza an bencana kemanusiaan meluas di tengah kekhawatiran akan pengusiran paksa warga Palestina.
1. Masuknya Bantuan Sangat Terbatas
Lembaga YPSP mencatat bahwa jumlah truk bantuan kemanusiaan yang berhasil masuk ke Jalur Gaza dalam beberapa hari terakhir tidak melebihi 120 truk.
Jumlah ini sangat jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar lebih dari dua juta warga yang hidup di bawah blokade dan dalam kondisi kemanusiaan yang sangat kritis.
2. Sistem Distribusi yang Menimbulkan Kekhawatiran dan Diduga Bertujuan Mengusir Penduduk
Bantuan yang masuk ke Gaza hanya didistribusikan di wilayah selatan, sementara wilayah utara dikecualikan secara sistematis, meskipun ribuan keluarga di sana menghadapi kelaparan dan kondisi yang sangat buruk.
YPSP menegaskan bahwa sistem distribusi ini tidak dapat dipandang sebagai kebijakan logistik semata, melainkan diduga kuat bertujuan untuk memaksa warga berpindah ke selatan dan mengonsentrasikan mereka di area tertentu, sebagai langkah awal menuju pengusiran paksa.
Tindakan semacam ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan berpotensi sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.
3. Distribusi Terjadi di Bawah Serangan
Distribusi bantuan dilakukan di tengah serangan udara dan artileri yang terus berlangsung, yang membahayakan nyawa warga sipil dan relawan kemanusiaan, serta menghambat proses penyaluran bantuan ke wilayah yang paling membutuhkan.
4. Runtuhnya Sistem Layanan Kesehatan
Sistem kesehatan di Gaza berada dalam kondisi hampir kolaps total, akibat kekurangan parah dalam pasokan obat-obatan, alat medis, dan serangan langsung terhadap fasilitas kesehatan.
Hari ini, Rumah Sakit Al-Awda menjadi sasaran serangan, memperparah krisis layanan medis dan menyebabkan semakin banyak fasilitas kesehatan tidak dapat beroperasi.
5. Jumlah Korban Syahid Meningkat Setiap Hari
Menurut data yang dikumpulkan oleh YPSP, jumlah korban syahid di Gaza mencapai sekitar 100 jiwa per hari, dengan beberapa hari melebihi angka tersebut.
Ini mencerminkan eskalasi kekerasan yang parah terhadap warga sipil dan pembiaran atas pelanggaran hukum internasional.
6. Peringatan dan Seruan Mendesak
Lembaga YPSP memperingatkan bahwa Gaza kini berada di ambang bencana kemanusiaan besar yang dapat menelan lebih banyak korban jiwa.
“Kami menyerukan kepada masyarakat internasional dan dunia Islam untuk segera mengambil tindakan nyata dan efektif, demi menyelamatkan apa yang masih bisa diselamatkan, sebelum semuanya terlambat,” kata Ketua YPSP Ahed Abo Al-Atta. (red/teraskabar)






